



Bandung, 7 Juli 2026 – Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (UNPAD) menggelar pertemuan penting dengan tim peneliti Proyek ULTRALIGHT, sebuah kolaborasi riset Indonesia-Australia yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) dan janin. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerjasama lintas institusi dan mendukung keberlanjutan proyek inovatif tersebut.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Dekan FKep Unpad, para Wakil Dekan, hingga para Manajer bidang Pembelajaran, Sumber Daya, serta Riset, Inovasi, dan Kemitraan. Sementara itu, tim peneliti Proyek ULTRALIGHT dipimpin langsung oleh Restuning Widiasih, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Ph.D, didampingi oleh Ns. Christy Natalia Magdalena Hitijahubessy, S.Kep. (Poltekkes Kemenkes Maluku), Dr. Florentianus Tat, SKp., M.Kes. (Poltekkes Kemenkes Kupang), dan Dr. Tosin Popoola (University of Newcastle, Australia).
Proyek ULTRALIGHT hadir sebagai inovasi telehealth mutakhir melalui DetectMe, sebuah perangkat pemantau janin mandiri dan aplikasi seluler yang terintegrasi dengan dashboard berbasis web untuk bidan dan Puskesmas. Dikembangkan secara kolaboratif oleh ITB, Telkom University, dan PT Xirka Silicon Technology, inovasi ini telah sukses diuji coba di berbagai wilayah Indonesia. Di Garut, sistem ini terbukti berhasil mendeteksi risiko kehamilan dini secara cepat dan menyelamatkan nyawa ibu serta janin.
Restuning Widiasih memaparkan bahwa perjalanan proyek ini didasarkan pada riset mendalam, termasuk survei dan Focus Group Discussion (FGD) di Newcastle, Kupang, Ambon, hingga Garut. Selain mengoptimalkan pemantauan, sistem ini dirancang untuk memangkas beban kerja petugas kesehatan di lapangan. Hingga kini, proyek tersebut telah menghasilkan lebih dari lima publikasi ilmiah dan tujuh paten yang sedang diproses.
Selain berfokus pada kesehatan ibu dan anak (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Proyek ULTRALIGHT juga memberikan kontribusi nyata terhadap tiga poin Sustainable Development Goals (SDGs) lainnya. Inovasi ini mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan ibu hamil agar memiliki akses dan kendali penuh terhadap hak kesehatan reproduksinya secara mandiri. Di sisi lain, kehadiran teknologi DetectMe beserta capaian paten dan publikasi ilmiahnya turut mendorong SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam hal hilirisasi riset berbasis digital. Seluruh capaian ini berhasil diwujudkan berkat semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang tercermin dari kolaborasi multistakeholder berskala internasional antara jaringan universitas Indonesia-Australia, sektor industri, serta jajaran Puskesmas di berbagai daerah.
Melihat dampak positif tersebut, Dekan FKep Unpad menekankan pentingnya perluasan kerja sama agar riset-riset fakultas dapat melompat ke panggung internasional. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I menyoroti potensi kolaborasi yang tidak terbatas pada riset, melainkan menyentuh aspek pembelajaran seperti joint lecture dan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pimpinan fakultas menyambut hangat kesuksesan proyek ini dan berharap success story ULTRALIGHT dapat dibagikan kepada mahasiswa program S1, S2, hingga S3. Beberapa rencana tindak lanjut yang dibahas meliputi diseminasi skala nasional, joint research, serta pengembangan inovasi kesehatan lainnya.
“Proyek ini tidak hanya menghasilkan alat dan aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Restuning dalam pemaparannya.
Melalui pertemuan ini, Fakultas Keperawatan Unpad menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendukung inisiatif inovatif seperti Proyek ULTRALIGHT, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui integrasi sains keperawatan dan teknologi modern.
#KeperawatanUNPAD #ProyekULTRALIGHT #DetectMe #SDG3 #SDG5 #SDG9 #SDG17 #KolaborasiIndonesiaAustralia



Leave a Reply