



Bandung, 25 Juli 2026 — Seiring dengan masifnya penggunaan teknologi dalam pelayanan kesehatan, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran mengambil langkah strategis untuk menyeimbangkan inovasi digital dengan pendekatan kemanusiaan dengan menyelenggarakan Seminar dan Workshop Nasional Keperawatan bertema “Transformasi Nursing 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan dan Pendekatan Humanis dalam Layanan” sebagai bagian dari rangkaian Road to Dies Natalis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran 2026.
Kegiatan yang dihelat secara hybrid ini menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Tercatat sebanyak 587 peserta—yang terdiri atas 144 peserta luring, 430 peserta daring, serta 60 tamu undangan—memadati ruang acara guna mengkaji masa depan layanan kesehatan yang berdampingan dengan teknologi cerdas.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Keperawatan Unpad, Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., didampingi oleh laporan Ketua Panitia Pelaksana Wildan Ahmad Izawardaya dan sambutan Ketua Program Studi Magister, Prof. Siti Yuyun Rahayu Fitri, S.Kp., M.Si.
Sesi pleno menghadirkan tiga narasumber kompeten yang mengupas tuntas irisan antara teknologi canggih (high-tech) dan sentuhan kemanusiaan (high-touch):
- Mikie Rachman, PhD(p), CCRN-K, NI-BC membawakan materi mendalam mengenai “The Co-existence of AI and Empathy”, membedah bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat berjalan beriringan tanpa mengikis empati seorang perawat.
- Prof. Hartiah Haroen, S.Kp., MN., M.Kes., Ph.D. memaparkan “Ethics and Legal Responsibilities in High Technology-Driven Nursing Care: Balancing High Tech and High Touch”, yang menyoroti koridor etika dan tanggung jawab hukum dalam pemanfaatan teknologi tinggi di fasilitas kesehatan.
- Hana Rizmadewi Agustina, S.Kp., MN., Ph.D. menyampaikan topik “AI Applications to Enhance Nursing Management Effectiveness and Patient Safety”, fokus pada efektivitas manajerial keperawatan dan proteksi keselamatan pasien berbasis AI.
Diskusi panel interaktif yang dipandu oleh moderator dari mahasiswa magister berhasil merangsang antusiasme peserta untuk mendalami strategi menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan aspek humanis perawatan.
Memasuki sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan tiga kelas workshop paralel di Gedung Dekanat Lantai 2 Unpad. Sesi ini dirancang secara hands-on agar peserta mendapatkan pengalaman aplikatif langsung:
- Workshop I (Dipimpin Restuning Widiasih, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Ph.D.): Mengajak peserta meninkubasi ide produk edukasi keperawatan berbasis AI dan Virtual Reality (VR) lewat penyusunan blueprint.
- Workshop II (Dibawakan Joko Gunawan, Ph.D.): Membedah pemanfaatan AI untuk mengakselerasi penulisan akademik, mulai dari penyusunan draf, proses editing, hingga verifikasi ilmiah.
- Workshop III (Dipimpin Dr. Irman Somantri, S.Kp., M.Kep.): Membahas tuntas konsep dokumentasi keperawatan berbasis sistem 3S dan implementasi digital dari tahap pengkajian hingga evaluasi.
Acara ini menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan jiwa kemanusiaan dalam praktik keperawatan. Melalui kombinasi seminar ilmiah dan workshop praktis, peserta diajak menyeimbangkan inovasi digital dengan empati, etika, dan keselamatan pasien. Kegiatan ini berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik), seminar dan workshop memperkuat kapasitas perawat dalam memberikan layanan yang lebih aman dan berkualitas. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) tercermin melalui transfer pengetahuan dan keterampilan praktis kepada ratusan tenaga kesehatan dan mahasiswa. Integrasi kecerdasan buatan dan teknologi pendukung mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inovasi di sektor kesehatan. Sementara kolaborasi lintas institusi, sponsor, dan pemangku kepentingan merealisasikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Suksesnya acara ini juga berkat dukungan sponsor, yaitu Global Jaya Medika, DPK PPNI, Roti Skuyy, IKA Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Golden Dragon, Rifa Corp, dan Lanterna. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang berlandaskan nilai kemanusiaan, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran berharap momentum ini memperkuat praktik keperawatan Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berpusat pada pasien. Ilmu dan jejaring yang terbentuk diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.







Leave a Reply