
Sagaracipta, 3 Juni 2026–Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sagaracipta dalam Pengendalian Penyakit Kronis dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Keperawatan Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sagaracipta Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung dengan melibatkan masyarakat, perangkat desa, kader Kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas, dosen, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan setempat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi melalui program kampus berdampak sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam Pemberdayaan Masyarakat dibidang Kesehatan Masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta skrining faktor risiko penyakit kronis. Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal terkait penyakit tidak menular, tanggapdarurat (emergency response), dan kesiapsiagaan bencana.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Prof. Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., Ph.D., menegaskan bahwa tantangan kesehatan masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya prevalensi penyakit kronis, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.
“Penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal menjadi penyebab utama menurunnya kualitas hidup masyarakat. Disisi lain, Kabupaten Bandung dimana Desa Sagaracipta berada menempati peringkat ke-11 dengan Indeks Risiko Bencana (IRB) dengan skor 117,13, yang masuk dalam kategori kerawanan menengah hingga tinggi, sehingga masyarakat di wilayah ini sangat perlu memiliki keterampilan hidup (life skills) dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting untuk membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Kusman.
Beliau juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.
Kepala Desa Sagaracipta yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Dadang Ruslan, mengucapkan terimakasih dan bersyukur wilayahnya terpilih sebagai tempat kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Padjadjaran karena akan memberi manfaat bagi warganya khususnya dalam hal Kesehatan. Bidan Entin Suhartini sebagai perwakilan dari Puskesmas Pakutandang Ciparay juga merasa senang dan terimakasih karena kegiatan tersebut sangat positif dan membantu tugas Puskesmas dalam meningkatkan derajat Kesehatan masyarakatnya.
Kegiatan ini diprakarsai oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis yang dipimpin oleh Dr. Etika Emaliawati, S.Kep., Ners., M.Kep. bersama Hesti Platini, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB. selaku PIC kegiatan.
Dr. Etika Emaliawati menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan edukasi satu kali, tetapi sebagai langkah awal membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat desa. Kegiatan berlangsung dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2026 diawali dengan survey dan koordinasi prakondisi awal, implementasi kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam menjaga kesehatan keluarga, mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini, serta berpartisipasi aktif dalam sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat desa,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Hesti Platini menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan komunitas menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga kesehatan lingkungannya. Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan, deteksi dini, serta memberikan respons awal terhadap berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Sagaracipta yang diwakili oleh Sekretaris Desa dan Kepala Badan Kerja Desa (BKD), serta perwakilan Puskesmas wilayah kerja Sagaracipta. Selain itu, seluruh dosen Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran hadir dan berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi edukasi, pelatihan, serta pendampingan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, pihak desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan dan kebencanaan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai penyakit tidak menular yang mencakup hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Materi disampaikan secara interaktif oleh tim Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Gawat Darurat, dan Kritis dengan menekankan pentingnya pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta kepatuhan terhadap pengobatan.

Peserta juga memperoleh edukasi kegawatdaruratan terkait identifikasi dini stroke, kondisi hipo-hiperglikemia, dan henti jantung (cardiac arrest). Pada sesi ini masyarakat diberikan pemahaman mengenai tanda dan gejala kondisi yang mengancam nyawa serta pentingnya pertolongan awal yang cepat dan tepat.
Selain itu, peserta mendapatkan edukasi kebencanaan yang membahas mitigasi longsor, mekanisme pelaporan kejadian bencana, penguatan koordinasi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, serta pengetahuan adat (indigenous knowledge) atau kearifan lokal terkait kebencanaan. Materi ini relevan dengan kondisi geografis wilayah yang memerlukan peningkatan kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Salah satu sesi yang paling mendapatkan perhatian peserta adalah simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Melalui praktik langsung menggunakan manekin, peserta belajar melakukan penilaian awal korban, menghubungi bantuan, serta melakukan kompresi dada sesuai standar yang berlaku.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah dan Program Studi Doktor Keperawatan sebagai bentuk pembelajaran terintegrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan di Fakultas Keperawatan.
Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test dan sesi refleksi untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan sekaligus menyusun rencana tindak lanjut bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk masyarakat yang lebih mandiri, sehat, tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan wujud nyata komitmen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa kemiskinan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), 4 (Pendidikan berkualitas), serta SDG 14, 15, dan 17 (kehidupan dibawah air, kehidupan di darat, dan kemitraan) melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Leave a Reply