
Jatinangor, 3 Oktober 2025 – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Menyadari pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran melaksanakan simulasi bencana sebagai bentuk latihan tanggap darurat di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana di lingkungan kampus dan sekitarnya dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang aplikatif, kontekstual, dan realistis dalam menghadapi kondisi darurat.
Simulasi Bencana menjadi media pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik, melibatkan mahasiswa dalam skenario penanganan bencana mulai dari triase, pertolongan pertama, evakuasi korban, hingga penanganan medis. Dengan kondisi yang menyerupai bencana nyata, kegiatan ini melatih keterampilan, ketepatan prosedur, efektivitas komunikasi, serta kerjasama tim. Mengangkat tema “EPICENTRA: Emergency Preparedness in Disaster Simulation Training and Nursing Response for Action”, SIBEN 2025 menegaskan filosofi bahwa perawat berada di pusat (epicenter) respon bencana. Perawat dituntut untuk sigap, tanggap, dan profesional, sekaligus memiliki rasa kemanusiaan dan solidaritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Sebagai negara yang terletak di jalur Ring of Fire, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat. Berdasarkan latar belakang inilah, konsep simulasi tahun ini difokuskan pada bencana gempa bumi, dengan skenario yang menggambarkan kondisi bencana secara menyeluruh mulai dari terjadinya gempa, proses evakuasi, hingga penanganan korban di posko kesehatan. Hal ini ditujukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengimplementasikan langkah-langkah penanganan darurat secara cepat dan tepat dalam situasi darurat bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang turut hadir secara langsung sebagai evaluator eksternal, memberikan masukan terhadap kesiapsiagaan, koordinasi lapangan, dan respons keperawatan yang ditunjukkan selama simulasi berlangsung. Keterlibatan BPBD ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penanggulangan bencana dalam membangun kapasitas tanggap darurat yang komprehensif. Selain itu, satuan pengamanan kampus Universitas Padjadjaran juga turut berperan dalam pelaksanaan simulasi, khususnya dalam pengamanan area, pengendalian massa, dan membantu proses evakuasi korban. Keterlibatan mereka menambah nuansa realistis dan menggambarkan pentingnya sinergi lintas profesi dalam menghadapi situasi krisis saat bencana.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan logistik dari berbagai pihak, antara lain BPBD Kabupaten Sumedang, Fakultas Keperawatan Unpad, Padjadjaran Nursing Corps (PNC), Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit Universitas Padjadjaran, serta Rektorat Universitas Padjadjaran. Dukungan tersebut meliputi penyediaan alat kesehatan, perlengkapan evakuasi, dan kebutuhan teknis lainnya yang menunjang kelancaran pelaksanaan simulasi. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya komitmen antar lembaga dalam memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pertengahan September melalui latihan intensif dan gladi, hingga puncak acara simulasi pada 3 Oktober 2025 di Lapangan Merah Student Center Universitas Padjadjaran. Seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Padjadjaran angkatan 2022 terlibat aktif dalam penyusunan rencana tanggap darurat, pelaksanaan simulasi, hingga evaluasi akhir. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga memperkuat identitas kolektif mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan yang siap berkontribusi di masyarakat.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk media partner @bemfkepunpad, @infojatinangor, @wartakema dan @djatinangornews yang membantu menyebarluaskan informasi kegiatan SIBEN 2025 kepada masyarakat luas. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.
Melalui SIBEN 2025, Fakultas Keperawatan Unpad menegaskan komitmennya mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kepedulian, keahlian, dan semangat kemanusiaan dalam menghadapi situasi krisis.



Leave a Reply