



Jatinangor, 27 September 2025 — Henti jantung mendadak masih menjadi penyebab kematian yang sering terjadi di rumah. Sayangnya, banyak keluarga belum mengetahui langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa dalam situasi genting ini.
Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Perempuan Permata Siaga menggelar pertemuan ketujuh di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. Pertemuan menghadirkan Dr. Aan Nur’aeni, S.Kp., M.Kep., dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, yang memberikan pelatihan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) untuk orang awam.
Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada konsep dasar Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan teknik Hands-Only CPR—memberikan kompresi dada tanpa napas buatan—yang terbukti efektif dan aman bagi penolong awam. Materi juga menekankan aspek keselamatan penolong, cara meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan, serta tanda-tanda kembalinya sirkulasi spontan (Return of Spontaneous Circulation/ROSC).
Metode pembelajaran dikemas interaktif melalui ceramah, diskusi, dan praktik menggunakan phantom. Peserta juga mengikuti pre–post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan mereka.
“Materi ini sangat penting dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta terlihat antusias, bahkan berbagi pengalaman nyata. Saya berharap pelatihan seperti ini bisa rutin dilakukan, tidak hanya untuk ibu-ibu, tetapi juga melibatkan anak muda agar semakin banyak masyarakat siap menghadapi kegawatdaruratan,” ucap Dr. Aan Nur’aeni, S.Kp., M.Kep.
Dengan bekal ini, perempuan Desa Hegarmanah diharapkan mampu menjadi penolong pertama bagi keluarga maupun lingkungan sekitar jika terjadi henti jantung mendadak. Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 5 (Kesetaraan Gender), memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan rumah tangga.
Leave a Reply