
Bandung, 3 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati River Cleanup Day yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2025, BEM Kema Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (FKep Unpad) bersama River Cleanup Indonesia menggelar aksi bersih-bersih Sungai Tjipaganti, Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Community Development and Empowerment (CODE), yang merupakan inisiatif dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan BEM FKep Unpad sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Dari Kepedulian Lahir Aksi Nyata
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap isu pencemaran lingkungan, khususnya sungai-sungai di kawasan urban yang semakin tercemar akibat limbah domestik dan kurangnya kesadaran masyarakat. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa FKep Unpad menyadari bahwa kebersihan lingkungan berperan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: menciptakan lingkungan bersih yang mendukung kesehatan masyarakat.
- SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak: menjaga kualitas air sungai dari pencemaran limbah.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: membangun kesadaran warga terhadap pengelolaan limbah dan lingkungan sekitar.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim: melalui tindakan adaptif yang mendukung lingkungan sehat.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: melalui kolaborasi antara BEM, komunitas, dan River Cleanup Indonesia.
“River Cleanup Day ini bukan sekadar kegiatan membersihkan sungai, tetapi juga bagian dari gerakan menanamkan budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan kampus dan diharapkan berdampak lebih luas ke masyarakat sekitar,” jelas tim dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan.
Sungai Tjipaganti: Lokasi Strategis, Dampak Nyata
Sungai Tjipaganti dipilih sebagai lokasi kegiatan karena letaknya strategis dan mengalami pencemaran ringan hingga sedang. Selain itu, lokasinya yang dekat dengan pemukiman dan kampus menjadikan koordinasi lebih mudah serta memungkinkan keterlibatan langsung warga sekitar.
Pemilihan lokasi ini turut mendukung implementasi SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan kualitas lingkungan permukiman urban.
“Keberadaan sungai yang berdekatan dengan pemukiman membuatnya menjadi lokasi strategis untuk memicu kesadaran masyarakat,” tambah perwakilan dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan.
Kolaborasi dengan River Cleanup Indonesia
Kolaborasi ini diawali oleh inisiatif Departemen Sosial dan Kemasyarakatan yang aktif mencari mitra eksternal dengan visi serupa. Setelah menjalin komunikasi melalui media sosial, ajakan kolaboratif disambut baik oleh River Cleanup Indonesia yang kemudian turut serta mendukung kegiatan ini secara langsung di lapangan, mulai dari penyediaan sumber daya hingga koordinasi teknis.
Kolaborasi lintas sektor ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang mendorong sinergi antar lembaga dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan.
Meski sempat mengalami tantangan dalam penyesuaian jadwal antarorganisasi serta antisipasi cuaca, kegiatan tetap terlaksana dengan lancar dan penuh antusiasme.
Rangkaian Kegiatan Penuh Makna
Kegiatan dimulai dengan sambutan pembukaan dari panitia dan perwakilan River Cleanup Indonesia. Setelah itu, peserta yang terdiri dari mahasiswa FKep Unpad lintas departemen, relawan kampus lain, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar mendapatkan briefing dan perlengkapan kebersihan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta membersihkan area sungai, mengumpulkan dan memilah sampah, serta melakukan sesi refleksi bersama. Tak hanya menjadi ajang gotong royong, kegiatan ini juga menjadi momen untuk berbagi pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Partisipasi Masyarakat dan Efek Domino Kesadaran
Pendekatan ke warga dilakukan sebelum kegiatan melalui sosialisasi dan edukasi ringan mengenai dampak pencemaran terhadap kesehatan. Partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam aksi pembersihan, menjadi indikator penting keberhasilan kegiatan ini.
Hal ini selaras dengan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) yang menekankan pentingnya perilaku sehat berbasis lingkungan.
“Warga merasa memiliki sungai ini, dan kehadiran mereka di lapangan menunjukkan tumbuhnya rasa tanggung jawab bersama,” ujar perwakilan dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan.
Selain itu, warga memberikan tanggapan positif, bahkan mendorong agar kegiatan serupa dijadikan agenda rutin. Beberapa di antaranya menyarankan pengembangan program lanjutan agar semakin berdampak.
Refleksi dan Rencana Ke Depan
Salah satu momen paling berkesan bagi panitia adalah ketika mahasiswa, relawan, dan warga saling bahu-membahu membersihkan sungai dalam semangat kolaboratif. Melihat perubahan kondisi sungai secara langsung menjadi pengalaman yang membekas dan menyulut semangat untuk terus bergerak.
Departemen Sosial dan Kemasyarakatan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan aksi serupa ke depannya, baik melalui kerja sama lanjutan dengan River Cleanup Indonesia maupun melalui program internal. Lokasi seperti Jatinangor menjadi salah satu target pengembangan kegiatan ke depan.
Pesan untuk Mahasiswa dan Generasi Muda
Melalui kegiatan ini, BEM Kema FKep Unpad ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan bukan tugas sebagian orang, melainkan tanggung jawab bersama.
“Setiap langkah kecil memiliki arti besar. Mahasiswa sebagai agen perubahan punya peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” tegas perwakilan dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan.
Leave a Reply