



Jatinangor, 20 September 2025 — Kondisi darurat kesehatan seperti kejang demam pada anak dan tersedak (choking) bisa terjadi kapan saja di rumah. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kedua keadaan ini berisiko menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan perempuan, Sekolah Perempuan Permata Siaga menggelar pertemuan keenam pada Sabtu, 20 September 2025 di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Dusun Mekarasih, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. Pertemuan ini menghadirkan narasumber Dr. Etika Emaliyawati, S.Kep., Ners., M.Kep Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. yang menyampaikan materi mengenai Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan di Rumah Tangga.
Materi utama mencakup pertolongan pertama pada kejang demam anak, mulai dari ciri anak akan mengalami kejang, suhu tubuh yang perlu diwaspadai, hingga langkah pertolongan pertama agar anak terhindar dari risiko yang lebih berat. Selain membahas kejang demam, peserta juga belajar mengenali kondisi sakit yang harus segera dibawa ke IGD, seperti sesak napas berat, kejang berulang, perdarahan tak berhenti, hingga luka bakar serius. Pengetahuan ini diharapkan membuat keluarga lebih tanggap dalam mengambil keputusan darurat.
Selain ceramah dan diskusi, panitia memperagakan roleplay kasus tersedak. Dua skenario diperlihatkan ada choking pada orang dewasa dan choking pada bayi (< 1 tahun). Setelah menonton roleplay, peserta memasuki sesi fasil time, di mana mereka berlatih langsung melakukan teknik pertolongan sesuai kasus. Dengan bimbingan panitia, peserta mempraktekkan cara memberikan tekanan perut (Heimlich maneuver) pada orang dewasa, serta kombinasi pukulan punggung dan kompresi dada pada bayi yang tersedak.
Melalui pre–post test, terlihat adanya peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan peserta mengenai pertolongan pertama kejang, tanda bahaya medis, dan cara menangani tersedak. Jika sebelumnya sebagian besar peserta belum tahu teknik dasar, setelah pelatihan mayoritas mampu menjawab dengan benar dan mempraktekkan langsung. Dengan bekal ini, perempuan Desa Hegarmanah tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata untuk menghadapi situasi darurat di rumah. Program ini diharapkan melahirkan agen siaga di tingkat keluarga, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menjaga keselamatan rumah tangga.
Program ini mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan rumah tangga.
Leave a Reply