
Jatinangor, 11 Februari 2026 — Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun kepemimpinan mahasiswa melalui pelantikan pengurus organisasi kemahasiswaan masa bakti 2026 yang diselenggarakan pada Rabu. Kegiatan berlangsung di Ruang VIP Gedung Dekanat Fakultas Keperawatan dan dilaksanakan secara hibrida bersama mahasiswa Kampus PSDKU Pangandaran.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa sekaligus penguatan peran organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, kolaborasi, dan pembentukan karakter profesional calon perawat masa depan.
Adapun mahasiswa yang resmi dilantik sebagai ketua organisasi kemahasiswaan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran masa bakti 2026, yaitu Muhamad Hamzah Ruhiana sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Zihan Karina Wijana sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Elisabeth Liberty Metta Karunna sebagai Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen Katolik (PMKK), Amelia Aprianti sebagai Ketua Rohis Quwatul Azzam, Erllin Rindya Fannesya sebagai Ketua Paduan Suara Mahasiswa, Devina Eliyana Gunawan sebagai Komandan Padjadjaran Nursing Corps (PNC), Rizal Fiqriandani sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran, serta Sidik Maulana sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana RESONATE.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para pengurus organisasi kemahasiswaan untuk terus bertumbuh sebagai pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan semangat pengabdian. Sejalan dengan nilai-nilai Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, organisasi kemahasiswaan diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa sekaligus motor penggerak kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan dunia keperawatan.
Kegiatan ini juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Kelembagaan yang Tangguh), melalui pembinaan kepemimpinan mahasiswa, penguatan partisipasi organisasi, serta pengembangan budaya akademik yang berintegritas dan kolaboratif.






Leave a Reply