




CIPARAY, BANDUNG – Dalam upaya mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas, Departemen Keperawatan Maternitas dan Keperawatan Anak melaksanakkan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (28/07/2026).
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dan Karang Taruna: Bersama Mewujudkan Generasi Emas dari Balita hingga Remaja,” kegiatan ini memfokuskan pada sinergi antar-generasi dalam memantau tumbuh kembang serta kesehatan reproduksi sejak dini. Sebanyak 48 peserta yang terdiri dari kader Posyandu dan anggota Karang Taruna remaja putri Desa Sagaracipta antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Departemen Keperawatan Maternitas dan Anak, Hj. Ai Mardhiyah, S.Kp., M.Kes., Ph.D, serta dihadiri oleh Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ibu Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D., Sekretaris Desa Sagaracipta dan Penanggung Jawab Kesehatan Wilayah Puskesmas Ciparay, Bidan Entin Sukartini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemetaan pemahaman awal peserta melalui pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian lima materi utama yang terbagi ke dalam perspektif keperawatan anak dan maternitas:
- Pemenuhan Gizi & Pencegahan Stunting: Pemaparan fondasi gizi optimal, gizi seimbang, hingga pencegahan anemia pada remaja putri melalui konsumsi tablet tambah darah (Fe).
- Pencegahan Penyakit Infeksi & PHBS: Edukasi pencegahan ISPA, diare, pentingnya imunisasi, serta deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB) di masyarakat.
- Deteksi Dini Tumbuh Kembang: Pelatihan pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak secara mandiri oleh kader dan Karang Taruna.
- Kesehatan Reproduksi Remaja: Pembekalan mengenai penanganan fase pubertas, pencegahan pernikahan dini, dan pemeliharaan organ reproduksi.
Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung materi yang didapat melalui dua sesi workshop aplikatif:
- Workshop Kreasi Menu “Isi Piringku”: Praktik penyusunan gizi seimbang berbasis pangan lokal untuk balita dan anak usia sekolah.
- Workshop SADARI: Pelatihan Periksa Payudara Sendiri sebagai upaya deteksi dini kanker payudara bagi kader dan remaja putri.
Sebagai tolok ukur keberhasilan, kegiatan ditutup dengan post-test serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Keberlanjutan program ini akan diwujudkan melalui Gebyar Bulan Agustus, yang diisi dengan Lomba Kreasi Menu Isi Piringku (5 grup) dan Lomba Demonstrasi SADARI (5 grup) yang akan diikuti oleh para peserta.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) Melalui edukasi gizi seimbang, workshop Isi Piringku, dan strategi pencegahan stunting pada balita.
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) Melalui pencegahan penyakit infeksi, deteksi tumbuh kembang, edukasi kesehatan reproduksi, serta pelatihan deteksi dini kanker payudara (SADARI).
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) Memberikan edukasi kesehatan yang inklusif dan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi 48 kader Posyandu serta pemuda Karang Taruna.
- SDG 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality) Mendorong pemberdayaan perempuan dan remaja putri melalui pencegahan pernikahan dini, edukasi kesehatan reproduksi, dan pemeliharaan kesehatan organ wanita.
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) Menjalin kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah desa, Puskesmas Ciparay, serta elemen masyarakat (Kader & Karang Taruna).
Sinergi antara kader Posyandu dan Karang Taruna remaja putri adalah kunci utama penguatan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kita optimis Desa Sagaracipta mampu mencetak generasi yang sehat dan tangguh menuju Indonesia Emas.
















Leave a Reply