
Rancaekek, 10 Februari 2025 – Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PPM) berkolaborasi dengan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Keperawatan (FKEP) Unpad dalam menggelar program SETARA (Screening Anemia serta Edukasi Stunting dan Tablet Tambah Darah) di SMK Insan Unggul, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas.
Edukasi dan Skrining Anemia untuk Mencegah Stunting di Masa Depan
Berdasarkan survei awal yang dilakukan tim PKM FKEP Unpad, sekitar 30,6% siswi kelas 12 di SMK Insan Unggul memiliki kadar hemoglobin di bawah normal (<12 g/dL), yang menandakan risiko anemia. Menyikapi hal tersebut, program ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari pre-test untuk mengukur pemahaman siswa, pemeriksaan kadar hemoglobin, hingga edukasi interaktif mengenai hubungan anemia dengan kesehatan reproduksi dan risiko stunting. Ketua tim pelaksana, Kancha Puspita Amelia, menuturkan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami dampak anemia terhadap risiko stunting di masa depan. “Edukasi kesehatan mengenai TTD dan stunting harus dilakukan sejak dini, karena remaja saat ini adalah calon ibu yang berperan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia,” ujarnya.
Upaya Berkelanjutan untuk Kesehatan Remaja dan Pencapaian SDGs
Dosen pembimbing lapangan dari FKEP Unpad, Theresia Eriyani, S.Kep., Ners., M.H.Kes., mengapresiasi program ini sebagai langkah konkret dalam deteksi dini anemia serta edukasi kesehatan prakonsepsi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dengan rata-rata nilai post-test meningkat sebesar 14,55% dibandingkan pre-test. Selain itu, banyak siswa yang sebelumnya enggan mengonsumsi TTD menjadi lebih sadar akan pentingnya asupan zat besi bagi kesehatan. Sebagai tindak lanjut, tim PKM FKEP Unpad merekomendasikan agar edukasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan Hb secara berkala menjadi program rutin di sekolah. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran remaja terhadap kesehatan prakonsepsi semakin meningkat, sehingga angka anemia dan stunting dapat ditekan sesuai target SDGs 2030.
Leave a Reply