


Bandung, 9 Juli 2026, Departemen Keperawatan Dasar dan Administrasi Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan RS Santosa Kopo Bandung/Santosa Health Institute menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Manajemen Ruang Rawat bagi Kepala Ruang di Rumah Sakit pada 6–9 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid melalui sesi daring dan luring, serta diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas kepala ruang, wakil kepala ruang, calon kepala ruang, dan perawat yang dipersiapkan dalam pengelolaan operasional ruang rawat.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas manajerial kepala ruang dalam mengelola pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepala ruang memiliki peran strategis sebagai pengelola lini terdepan yang memastikan pelayanan keperawatan berjalan efektif, aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Oleh karena itu, kemampuan dalam mengelola sumber daya manusia, asuhan keperawatan, logistik, mutu, keselamatan pasien, komunikasi, serta kepemimpinan menjadi aspek penting yang perlu terus diperkuat.
Koordinator Magister Keperawatan Peminatan Manajemen Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Dr. Ati Surya Mediawati, S.Kp., M.Kep., menegaskan bahwa penguatan kompetensi manajemen bagi perawat pengelola merupakan kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan saat ini. Hal ini sejalan dengan Pasal 175 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan bahwa setiap pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki kompetensi manajemen kesehatan yang dibutuhkan. Dalam konteks pelayanan keperawatan, kepala ruang sebagai perawat yang memiliki tanggung jawab pengelolaan di unit pelayanan perlu memiliki kemampuan manajemen yang memadai, khususnya dalam mengelola sistem pelayanan di ruang rawat masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Tim Manajemen Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran turut berperan dalam mendukung terwujudnya penguatan kompetensi tersebut. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teori manajemen, tetapi juga diarahkan untuk membantu peserta menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan ruang rawat secara nyata, sesuai dengan kebutuhan pelayanan di rumah sakit.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan pelayanan keperawatan, pemimpin dan kepemimpinan, komunikasi efektif dan caring dalam pelayanan, pengelolaan sumber daya manusia di ruang rawat, pengelolaan asuhan keperawatan, pengelolaan logistik ruang rawat, serta pengelolaan mutu dan keselamatan pasien. Selain pemaparan materi, pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi, penugasan, observasi lapangan, dan penyusunan rencana tindak lanjut agar peserta mampu menerapkan hasil pembelajaran sesuai dengan kebutuhan unit kerja masing-masing.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, yaitu Prof. Maria Komariah, S.Kp., M.Kes., Ph.D.; Dr. Ati Surya Mediawati, S.Kp., M.Kep.; Dr. Kurniawan Yudianto, S.Kp., M.Kep.; Dr. Irman Somantri, S.Kp., M.Kep.; Yono Taryono, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB.; Hana Rizmadewi Agustina, S.Kep., MN., Ph.D.; serta Muhammad Rizky Asfrada, S.Kep., Ns. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh fasilitator yang turut membersamai proses pembelajaran, diskusi, penugasan, dan kegiatan praktik peserta, yaitu Amrina Rosyadah Beta, S.Kep., Ns.; Friska Sinaga, S.Kep., Ns., MNS.; dan Muhammad Hafidh Taqiuddin, S.Kep., Ns. Kehadiran para narasumber dan fasilitator diharapkan dapat memberikan penguatan konseptual sekaligus pendampingan praktis bagi peserta dalam menjalankan fungsi manajemen ruang rawat.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami peran kepala ruang secara lebih komprehensif, meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, menyusun rencana kebutuhan sumber daya, mengoptimalkan pengelolaan asuhan keperawatan, serta memperkuat sistem mutu dan keselamatan pasien di ruang rawat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 4: Quality Education, serta SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui peningkatan kompetensi kepala ruang, diharapkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pasien, perawat, serta organisasi pelayanan kesehatan.








Leave a Reply