SDGs 6

SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak

Air bersih di Fakultas Keperawatan didapat dari bagian air yang dikelola Universitas Padjadjaran yang disalurkan melalui pipa ke Fakultas dan ditampung dalam sebuah bak penampungan dengan ukuran 6 x 4 x 3 meter atau 72 m3. Pengelolaan air bersih dan perawatan bak utama dilakukan oleh Universitas Padjadjaran. Fakultas Keperawatan mengelola perawatan saluran sanitasi dan pipa air yang berada di lingkungan fakultas. Penggunaan air bersih di FKep digunakan untuk  kegiatan di toilet, dapur, mushola, laboratorium, kantin, fasilitas umum yang ada di sekitar lingkungan FKep dan juga untuk penyiraman tanaman dan penggunaan lainnya.

Kebijakan Penanganan air limbah

1. Limbah Cair

Universitas Padjadjaran telah memiliki pengelolaan yang optimal. Seluruh limbah dari kegiatan domestik ditampung dalam septic tank yang terdapat di setiap gedung area fakultas. Fakultas memiliki sistem pengolahan air limbah yang mengolah limbah cair dari laboratorium sehingga aman untuk dialirkan keluar gedung. Fakultas menghasilkan limbah cair dari toilet, dapur, laboratorium, mushola dan kantin. Limbah toilet dan mushola dialirkan ke tangki septik dan limbah lainnya dialirkan menuju saluran air menuju saluran drainase universitas dan berakhir di waduk air (cekdam).

Limbah cair Fakultas Keperawatan dikelola secara bersama dengan Universitas Padjadjaran sehingga memiliki pengelolaan yang optimal. Sistem pengolahan air limbah mengolah limbah cair dari laboratorium sebelum dikeluarkan melalui saluran keluar gedung sehingga aman untuk dialirkan menuju saluran air utama.

2. Kendali Pencemaran Air di Area Kampus

Unpad memiliki sebuah inovasi Internet of Things dalam pengelolaan tanki septik. Salah satu penerapan internet of Things yaitu pengendalian tingkat kepenuhan isi septic tank di sekitar kawasan kampus. Inovasi ini akan memberikan sinyal jika septic tank sudah mencapai tingkat kepenuhan batas tertentu. Dengan sistem pengendalian Internet of Things ini  maka pengelolaan dan pemeliharaan septic tank akan lebih baik. Begitu juga FKep dalam melakukan pengendalian pencemaran air melalui melakukan kontrol tingkat kepenuhan tangki septik di sekitar area fakultas dengan menggunakan Internet of thing ini untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan sekitar.

FKep Unpad dengan lingkungan yang nyaman dan sehat di sekitar kampus dengan mengikuti peraturan Universitas terkait kebijakan ramah lingkungan yang dibahas dengan kebijakan pemanfaatan kembali air sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan “Klik di sini”.

Mencegah pencemaran sistem air

1. Pengelolaan Limbah Cair Laboratorium

Limbah cair Fakultas Keperawatan dikelola secara bersama dengan Universitas Padjadjaran sehingga memiliki pengelolaan yang optimal. Fakultas menghasilkan limbah cair dari toilet, dapur, laboratorium, mushola dan kantin. Limbah cair yang dihasilkan dari laboratorium salah satunya adalah bahan beracun dan berbahaya (B3) telah diupayakan oleh fakultas agar bahaya yang ditimbulkan setelah dibuang minimal maka fakultas melakukan pemilahan sampah dan juga pengolahan limbah cair menuju IPAL yang terintegrasi dengan Universitas Padjadjaran

2. Penunjukan Tim Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Air

Fakultas berkolaborasi dengan Universitas mengupayakan tim yang bertugas dalam pengelolaan sumber daya air yang ada di fakultas yang terdiri dari tenaga alih daya (outsourcing) yang ditugaskan Universitas Padjadjaran. Tenaga kependidikan khususnya bagian sarana dan prasarana juga turut andil dalam pengawasan dan pengelolaan sumber daya air bersih di lingkungan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran “Klik di sini”.

3. Himbauan Hemat Air

Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran menerapkan beberapa cara untuk menghemat penggunaan air pada bangunan kampus melalui himbauan langsung dalam penggunaan air ataupun melalui stiker yang ditempel di tempat-tempat tertentu.

Penghijauan untuk sadar akan pentingnya air

1. Penanaman Pohon

Universitas Padjadjaran, bekerja sama dengan Yayasan Palawa UNPAD, melakukan penanaman bibit pohon di area waduk “Leuwi Padjadjaran 2” yang berada di Kampus Unpad, Jatinangor. Sebanyak 154 bibit pohon ditanam. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk revegetasi area waduk sebagai penahan air yang melimpah di lingkungan kampus Unpad, baik dari air permukaan maupun mata air. Begitu juga di FKep ada terdapat sekitar 150 batang pohon peneduh yang tumbuh disekitar area lingkungan fakultas.

2. Penanaman Pohon di Lingkungan Fakultas

Civitas Akademika Fakultas Keperawatan Unpad melakukan penanaman pohon di dalam lingkungan Fakultas. Pohon peneduh ini selain untuk penghijauan juga berfungsi untuk menjaga sumber air tanah Unpad. Mengingat Unpad menggunakan sumber air tanah sebagai sumber air bersih di FKep dan seluruh Unpad. Setiap pembangunan Gedung atau fasilitas umum lainnya, FKep selalu mempertimbangkan adanya area hijau untuk tetap menjaga sumber air tanah dan keasrian lingkungan fakultas“Klik di sini”.

Collaboration

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro, bersama Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Padjajaran (UNPAD), Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc. pada Selasa (9 Juli 2024) meresmikan ekoriparian pertama di wilayah kampus yang diberi nama Ekoriparian Leuwi Padjadjaran di kawasan Danau Jatinagor dengan luas 800 m2.

Dirjen PPKL KemenLHK Resmikan Ekoriparian

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., meresmikan kawasan Ekoriparian Leuwi Padjadjaran di Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (9/7/2024). Peresmian dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti.

“Cikahuripan”

Universitas Padjadjaran is rebranding the “Jalatista” ready-to-drink water faucet to “Cikahuripan” as a part of Unpad service improvement on providing water access and reducing plastic bottle waste.

en_USEN