SDGs 14

SDGs 14: Kehidupan di Bawah Air

Fakultas keperawatan mengimplementasikan berbagai inisiatif, termasuk pengembangan standar kualitas air dan pedoman pembuangan air untuk menjaga ekosistem air tawar, satwa liar, serta kesehatan manusia mencakup praktik irigasi air dan pengelolaan air untuk komunitas lokal. Berperan aktif dalam edukasi mengenai pengelolaan perikanan berkelanjutan dan pariwisata akuatik untuk mempromosikan kelestarian sumber daya perairan dan terlibat dalam penelitian dan konservasi ekosistem perairan, serta memonitor kesehatan ekosistem perairan di sekitar kampus. Pengembangan teknologi dan praktik dilakukan untuk mencegah kerusakan ekosistem perairan, serta mengurangi polusi air dari aktivitas di darat. Kolaborasi dengan masyarakat setempat dalam pengelolaan daerah aliran sungai juga menjadi bagian dari strategi kami untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan.

1. Pedoman dan standar pembuangan air

Fakultas Keperawatan menerapkan pedoman dan standar pembuangan air yang ramah lingkungan dengan upaya meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem, satwa liar dan kualitas perairan untuk kesejahteraan manusia. Pembuangan air yang dimiliki Fakultas keperawatan bermuara dan bersatu dengan ekoparian unpad yang berupa danau (arboretum). Fakultas juga aktif mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan limbah cair yang berkelanjutan, guna menjaga kesehatan laut serta mendukung kelestarian sumber daya air demi kesejahteraan generasi mendatang

2. Ekosistem air tawar (penjangkauan masyarakat)

Ekosistem air tawar merupakan ekosistem yang terdapat pada air tawar yang kaya mineral dengan pH air sekitar 6. Ekosistem ini bisa berubah-ubah karena biasanya habitat air tawar bisa mengering ketika musim panas berlangsung. Ekosistem air tawar sangat sedikit jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya yaitu ekosistem darat atau ekosistem air. Fakultas Keperawatan berperan aktif dalam memperhatikan ekosistem air tawar melalui program penjangkauan masyarakat serta mengembangkan inisiatif untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan sumber air tawar. Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, fakultas berusaha meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi ekosistem air tawar demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

3. Perikanan berkelanjutan (penjangkauan masyarakat)

Fakultas Keperawatan berkomitmen untuk mendukung perikanan melalui berbagai program penjangkauan masyarakat yang menitikberatkan pada praktik perikanan berkelanjutan. Dalam upaya ini, fakultas bekerja sama dengan komunitas untuk memberikan pendidikan dan pelatihan mengenai manfaat perikanan yang tidak merusak ekosistem dan kesehatan, seperti penggunaan alat tangkap yang selektif dan ramah lingkungan lalu tata cara dalam pengolahan perikanan untuk dijadikan makanan sehat. Selain itu, fakultas juga memfasilitasi diskusi dan lokakarya yang melibatkan pemangku kepentingan lainnya, guna membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan keseimbangan ekosistem.

Praktik perikanan berkelanjutan yang dipromosikan oleh fakultas tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan ekosistem perikanan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas nutrisi dan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan ini, Fakultas Keperawatan tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lingkungan perikanan berkelanjutan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan bahwa praktik perikanan yang berkelanjutan dapat terus dilakukan demi keberlanjutan generasi mendatang.

4. Menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati

Fakultas Keperawatan aktif berperan dalam menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati dan melalui program pendidikan dan penelitian fakultas mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya pelestarian ekosistem air dan perairan. Upaya ini mencakup penyuluhan tentang praktik-praktik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk melindungi habitat alami dan spesies yang terancam punah, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati demi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

5. Teknologi untuk pencegahan kerusakan ekosistem perairan

Fakultas Keperawatan memanfaatkan teknologi untuk pencegahan kerusakan ekosistem perairan dan melalui penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan dengan upaya mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem air. Program edukasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh fakultas mengajarkan mahasiswa dan masyarakat tentang penggunaan teknologi modern dalam memonitor kualitas air dan mengelola limbah secara efektif guna menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya air yang sehat dan berkelanjutan.

6. Penangkapan ikan yang berlebihan (overfishing)

Fakultas Keperawatan menyoroti isu penangkapan ikan yang berlebihan dan melalui pendidikan dan penelitian, fakultas ini berupaya meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif dari praktik overfishing terhadap ekosistem perairan dan keberlanjutan sumber daya ikan guna menjaga keseimbangan ekosistem laut, serta memastikan ketersediaan sumber daya ikan untuk generasi mendatang.

7. Konservasi dan pemanfaatan lautan secara berkelanjutan

Fakultas Keperawatan mempromosikan konservasi dan pemanfaatan air secara berkelanjutan dan melalui pendidikan, penelitian, dan inisiatif komunitas, fakultas ini berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan air bersih guna menjaga ekosistem perairan yang sehat serta memastikan akses air yang aman dan berkelanjutan bagi semua.

8. Memantau kesehatan ekosistem perairan

Fakultas Keperawatan memantau kesehatan ekosistem perairan dan melalui kegiatan penelitian dan kolaborasi dengan ahli lingkungan, fakultas ini aktif mengembangkan metode dan teknologi untuk monitoring yang efektif terhadap kualitas air, keanekaragaman hayati, dan kondisi ekosistem perairan secara keseluruhan guna menjaga keberlanjutan sumber daya perairan serta mendukung upaya untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah lingkungan yang mengancam ekosistem perairan serta mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya kesehatan ekosistem perairan bagi kesehatan manusia dalam konteks perkuliahan K3LH.

9. Strategi pengelolaan daerah aliran sungai (DAS)

Berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam upaya menjaga ekosistem perairan bersama. Fakultas Keperawatan mengembangkan strategi pengelolaan Daerah Aliran Cekdam (DAC) yang berkelanjutan dan melalui kolaborasi dengan pihak terkait dan penelitian yang berkelanjutan, fakultas ini aktif merancang dan menerapkan praktik pengelolaan DAC yang mempertimbangkan keberlanjutan sumber daya air dan ekosistem perairan. Dengan memfokuskan pada pemantauan kualitas air, pengelolaan vegetasi, dan perlindungan habitat alami, fakultas berusaha untuk menjaga kelestarian DAC sebagai bagian integral dari upaya global dalam mendukung keseimbangan ekosistem perairan dan ketersediaan air yang berkelanjutan.

10. Mengurangi polusi air

Fakultas Keperawatan aktif terlibat dalam upaya mengurangi polusi air dan melalui pendidikan, penelitian, dan advokasi, fakultas ini berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan mahasiswa akan sumber-sumber polusi air serta dampaknya terhadap ekosistem perairan. Fakultas juga mendorong adopsi teknologi dan praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan di berbagai sektor, serta berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang mengatur pengendalian polusi air secara ketat guna menjaga keberlanjutan kualitas air dan kesehatan ekosistem perairan untuk manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Sebagai contoh berikut adalah contoh untuk mengurangi polusi air dengan pembuatan tempat cuci tangan di setiap gedung dan ruangan.

11. Meminimalkan perubahan ekosistem perairan

Fakultas Keperawatan meminimalkan perubahan ekosistem perairan dan melalui penelitian dan program pendidikan, fakultas ini berupaya meningkatkan pemahaman akan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ekosistem perairan dan mengembangkan strategi untuk melindungi dan memulihkan habitat-habitat air. Fakultas juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengadvokasi kebijakan yang mempromosikan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta meminimalkan dampak dari aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan. Dengan upaya ini, fakultas berperan dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diterapkan dengan pemberian pengetahuan pada mahasiswa melalui mata kuliah K3LH dan SOP yang telah dibuat.

12. Program menuju praktik pengelolaan perairan yang baik.

Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran aktif mempromosikan program menuju praktik pengelolaan perairan yang baik untuk mendukung SDGs 14. Melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada praktik pengelolaan air yang berkelanjutan, fakultas ini tidak hanya membantu melindungi ekosistem perairan tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat. Aktivitas pembelajaran ini melibatkan mahasiswa dalam pengembangan solusi inovatif untuk mengelola sumber daya air secara efisien dan mengurangi polusi, sehingga memberikan dampak positif pada kesehatan publik dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

13. Daerah/Lahan penyerapan air

Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran aktif terlibat dalam mendukung SDGs 14 dengan fokus pada pengelolaan daerah atau lahan penyerapan air. Melalui program pendidikan dan penelitian, fakultas ini mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya daerah atau lahan penyerapan air dalam menjaga kualitas air dan kesehatan lingkungan. Aktivitas pembelajaran melibatkan studi kasus, survei lapangan, dan praktik langsung untuk mengidentifikasi dan mempromosikan praktik pengelolaan lahan yang dapat meningkatkan kemampuan penyerapan air tanah, sehingga berkontribusi pada mitigasi banjir, peningkatan kualitas air, dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.



en_USEN