SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim
Universitas Padjadjaran sebagai kampus yang mendukung sustainability memiliki fokus dalam program-program maupun edukasi mengenai sustainability. Penyampaian literasi sustainability disampaikan melalui pembelajaran di kelas maupun dukungan dari adanya SDGs Center Universitas Padjadjaran. Salah satu indikator apakah kegiatan edukasi mengenai sustainability berjalan dengan baik atau tidak adalah dengan adanya assessment mengenai sustainability literacy. Sejalan dengan program pendukung Universitas Padjadjaran dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, fakultas keperawatan sejalan dengan program pendukung Universitas terkait ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
1. Assessment tool literasi keberlanjutan (akademik)
Pada tahun 2021 Universitas Padjajaran menghasilkan total emisi karbon sebesar 3561,96 metrik ton yang berasal dari penggunaan listrik. Terdapat berbagai Sustainability Assessment Tools yang dirancang untuk membantu organisasi mengukur kinerja mereka dalam berbagai dimensi keberlanjutan seperti lingkungan, sosial, dan ekonomi. Contohnya termasuk Life Cycle Assessment (LCA), Carbon Footprint Calculators, dan Social Impact Assessments. Jejak Karbon Total pada tahun 2021 Universitas Padjajaran menghasilkan total emisi karbon sebesar 3561,96 metrik ton. Penurunan jumlah produksi karbon ini juga disebabkan oleh adanya perubahan sistem ke pembelajaran daring pada masa pandemi. Jejak karbon terbesar berasal dari penggunaan listrik sebesar dan penyumbang emisi tertinggi kedua adalah sepeda motor.
2. Matakuliah berkaitan dengan sustainability (akademik)
Matakuliah yang berkaitan dengan keberlanjutan (sustainability) berfokus pada bagaimana pendidikan dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran khususnya kesehatan di masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat yang mendukung keberlanjutan di kalangan masyarakat, hal tersebut dilaksanakan dalam metode pendidikan salah satunya program S1 keperawatan dan program profesi ners di komunitas dengan dukungan rancangan pembelajaran yang disesuaikan pada standar kurikulum nasional. Mata kuliah keperawatan komunitas memberikan edukasi untuk mahasiswa yang tergabung didalamnya bagaimana mengelola masalah komunitas mulai dari masalah sampah, limbah dan permasalahan kesehatan komunitas yang dapat dilakukan penyelesaian masalah dengan prinsip keberlanjutan seperti edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, edukasi kebencanaan hingga mitigasi bencana.
3. Mata Kuliah terakreditasi resmi (akademik)
Matakuliah-matakuliah terakreditasi resmi dalam bidang keberlanjutan ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi yang memiliki program atau fakultas yang spesifik dalam keberlanjutan atau lingkungan. Mata kuliah seperti di indikator sebelumnya memiliki kredit yang diakui secara resmi (e.g., European Credit Transfer and Accumulation System – ECTS, in Europe) Akreditasi mengindikasikan bahwa program atau matakuliah tersebut telah melewati serangkaian evaluasi dan memenuhi standar tertentu yang ditetapkan oleh badan akreditasi pendidikan atau organisasi terkait.
4. Jumlah energi rendah karbon yang digunakan (Riset)
Berdasarkan kebijakan Universitas, penggantian peralatan konvensional dan hemat energy, fakultas keperawatan berupaya untuk menyesuaikan penggunaan peralatan hemat energi akan terus dilakukan pada seluruh peralatan yang ada. Salah satunya transportasi berkelanjutan adalah memanfaatkan kendaraan listrik (EVs), transportasi umum yang efisien. Fakultas keperawatan dalam hal ini turut mendukung langkah perencanaan yang ditetapkan oleh Universitas seperti penggunaan shuttle bus bagi mahasiswa, pembatasan kendaraan bermotor masuk kampus dalam penyediaan dan penggunaan sepeda listrik.
5. Perencanaan kooperatif untuk bencana perubahan iklim (Riset)
Perencanaan kooperatif untuk bencana perubahan iklim adalah pendekatan strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga internasional. Padjadjaran Nursing Corps (PNC) Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memberikan edukasi kebencanaan di Desa Cihanjuang, Kabupaten Sumedang yaitu salah satu rangkaian dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). “Klik di sini”.
6. Menginformasikan dan mendukung pemerintah terhadap perubahan iklim (Interaksi komunitas)
Gelar Konferensi Internasional, Fkep Unpad Sumbang Pemikiran untuk menghadapi Perubahan Iklim merupakan dukungan yang sejalan dengan tujuan berkelanjutan Universitas Padjadjaran guna mendukung pemerintah terhadap perubahan iklim merupakan langkah penting dalam upaya kolektif untuk menghadapi tantangan ini. Menginformasikan dan mendukung pemerintah lokal atau regional dalam menghadapi bencana perubahan iklim atau peringatan dini dan pemantauan risiko.
7. Pendidikan lingkungan hidup bekerjasama dengan NGO (Interaksi komunitas)
Pendidikan lingkungan hidup yang bekerjasama dengan organisasi non-pemerintah (NGO) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan mendorong aksi positif dalam melindungi lingkungan. Berkolaborasi dengan Non Government Organization (NGO) dalam adaptasi iklim. “Klik di sini”.
8. Komitmen terhadap carbon neutral university (Interaksi komunitas)
Fakultas keperawatan berkomitmen terhadap “carbon neutral university” menggambarkan tekad sebuah perguruan tinggi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, sehingga mencapai netralitas karbon. Implementasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi mendalam terhadap jejak karbon pada lingkup fakultas, yang mencakup semua sumber emisi seperti energi listrik, transportasi, pengelolaan limbah, penurunan emisi, mempromosikan transportasi berkelanjutan, dan mengelola limbah dengan lebih efisien, dan usaha lainnya yang diharapkan berdampak pada pengurangan emisi karbon di lingkungan fakultas.
9. Kebijakan atau penjelasan yang tersedia untuk umum tentang bagaimana universitas mempertimbangkan keberlanjutan dalam investasinya (Interaksi komunitas)
Kebijakan atau penjelasan yang tersedia untuk umum tentang bagaimana universitas dalam hal ini fakultas keperawatan mempertimbangkan keberlanjutan (investasi berkelanjutan, atau populer sebagai investasi hijau) dalam investasinya adalah sebuah langkah transparansi yang sangat penting dalam mendukung prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial institusi tersebut.
10. Kelompok/Perkumpulan mahasiswa berkaitan dengan perubahan iklim (Interaksi komunitas)
Kelompok atau perkumpulan mahasiswa yang berkaitan dengan perubahan iklim dapat menjadi platform yang kuat untuk advokasi, pendidikan, dan aksi terkait isu-isu lingkungan. Dalam lingkup universitas terdapat salah satu organisasi kemahasiswaan yang bergerak dalam bidang pelestarian iklim dan energi terbarukan yakni Student Energy. Student Energy sendiri merupakan organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang energi. “Klik di sini”.
11. Komitmen tentang net zero target (Interaksi komunitas)
Universitas Padjadjaran menindaklanjuti Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran Nomor 13 Tahun 2022 tentang Bangunan Ramah Lingkungan di Lingkungan Universitas Padjadjaran, serta upaya pengurangannya emisi karbon untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan tertib, Universitas Padjadjaran berkomitmen berupaya mengurangi dampak perubahan iklim lingkungan universitas. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana aksi untuk seluruh civitas Universitas Padjadjaran. “Klik di sini”.
12. Kebijakan dan program mengenai climate change/ action (Interaksi komunitas)
Kebijakan dan program mengenai perubahan iklim atau aksi iklim mencakup serangkaian langkah strategis yang dirancang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, dan mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. “Klik di sini”.
13. Program inovatif untuk permasalahan energi dan climate change (Interaksi komunitas)
Program inovatif untuk mengatasi permasalahan energi dan perubahan iklim sangat penting dalam mencari solusi yang berkelanjutan dan berdampak besar. Universitas Padjadjaran memiliki surat edaran nomor 2208/UN6.WR4/TU.00/2023 tentang Rencana Aksi Pengendalian Perubahan Iklim di Universitas Padjadjaran yang didalamnya adalah fakultas keperawatan. Langkah perencanaan seperti penggunaan shuttle bus bagi mahasiswa, pembatasan kendaraan bermotor masuk kampus dan fakultas, penyediaan sepeda listrik, pengurangan LPG dengan penggunaan biogas; antara lain sistem energi mikro dan pintar. “Klik di sini”.
14. Kebijakan Kendaraan Nol Emisi / Zero Electrical Vehicle (ZEV) di kampus (Interaksi komunitas)
Kebijakan Kendaraan Nol Emisi (Zero Emission Vehicle / ZEV) di Fakultas Keperawatan merupakan langkah strategis untuk mengurangi jejak karbon transportasi dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Berikut beberapa komponen yang dapat dimasukkan dalam kebijakan ZEV di kampus, penyediaan infrastruktur, insentif penggunaan ZEV, pengadaan kendaraan ZEV, evaluasi dampak Lingkungan Pengukuran dan Pelaporan : Mengukur dan melaporkan penghematan emisi karbon dan manfaat lingkungan lainnya yang dihasilkan dari implementasi kebijakan ZEV di kampus.
15. Pelatihan khusus tentang aspek Lingkungan (Interaksi komunitas)
Pelatihan khusus tentang aspek lingkungan adalah cara efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola, melindungi, dan memperbaiki lingkungan. Fakultas keperawatan melalui mahasiswa Program Studi Keperawatan Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran Pangandaran menggelar simulasi mitigasi bencana alam. Hal ini bertujuan untuk menghadapi situasi langsung di lapangan karena Pangandaran memiliki potensi bencana alam yang tinggi di Jawa Barat. Dalam simulasi tersebut, setiap korban ditandai dengan pita berwarna sesuai kategori tingkat keparahannya. “Klik di sini”.
16. Total emisi karbon (scope 1 dan 2) (Interaksi komunitas)
Total emisi karbon (scope 1 dan 2) mengacu pada jumlah total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu entitas atau organisasi dari kegiatan operasional dan konsumsi energi mereka. Pada tahun 2022, Universitas Padjadjaran berhasil menerapkan hingga 33,32 persen peralatan hemat energi, dan angka tersebut masih terus bertambah. Berdasarkan kebijakan Universitas, penggantian peralatan konvensional dan hemat energi dilakukan jika perangkat tersebut rusak. Peralihan penggunaan peralatan hemat energi akan terus dilakukan pada seluruh peralatan yang ada di Universitas Padjadjaran. “Klik di sini”.
17. Total area bangunan (Gross Internal Area) (metrik per m2)
Total area bangunan Fakultas Keperawatan mengacu pada semua bangunan yang digunakan. Fakultas keperawatan memiliki beberapa gedung yang ada di tiga kampus antara lain Kampus Jatinangor, Kampus Pangandaran dan Kampus Garut. Metrik ini mengacu pada seluruh area tertutup suatu bangunan di dalam dinding luar dengan memperhitungkan setiap lantai.
- Luas lantai gedung fakultas keperawatan dalam meter persegi (m2)
- Gedung Dekanat terdiri dari dua lantai, Luasan perlantai gedung dekanat adalah 806,4 m2.
- Gedung Akademik 1 terdiri dari tiga lantai, Luasan perlantai gedung akademik 1 adalah 806,4 m2
Gedung Akademik 2 terdiri dari tiga lantai, Luasan perlantai gedung akademik 2 adalah 806,4 m2.