SDGs 10

SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan

1. Jumlah mahasiswa yang memulai gelar S1

Jumlah mahasiswa FTE (Full Time Equivalent) yang memulai studi gelar di universitas biasanya mengacu pada total jam kredit yang diambil oleh mahasiswa baru dalam satu semester atau tahun akademik tertentu, dibagi dengan jumlah jam kredit penuh yang dianggap “penuh waktu” dalam Fakultas Keperawatan tersebut. Fakultas Keperawatan memiliki 124 mahasiswa full time pada tahun 2023 yang terdiri dari 102 mahasiswa Kampus Jatinangor dan 22 mahasiswa Kampus Pangandaran. “Klik di sini”.

2. Jumlah mahasiswa yang memulai gelar S1 yang merupakan generasi pertama di keluarganya

Mahasiswa generasi pertama adalah mereka yang pertama kali dalam keluarga mereka yang memulai atau menyelesaikan gelar sarjana. Terdapat 47 orang mahasiswa di Fakultas Keperawatan yang merupakan generasi pertama di keluarga yang memulai gelar S1 pada tahun 2023. “Klik di sini”.

3. Jumlah mahasiswa internasional dari negara berkembang

Dalam perkembangannya, Fakultas Keperawatan menerima mahasiswa dari negara asing dari negara berkembang. Pada tahun 2023 terdapat 159 mahasiswa internasional yang menempuh studi S1 dan S2 di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Terdapat 62 mahasiswa asing program S1 dan 97 mahasiswa asing program S2. “Klik di sini”.

4. Jumlah staf disabilitas

Jumlah karyawan FTE (Full Time Equivalent) di sebuah organisasi mencakup semua orang yang bekerja di sana dalam kapasitas penuh waktu atau setara dengan penuh waktu, termasuk karyawan yang dipekerjakan melalui outsourcing. Pada saat ini di Fakultas Keperawatan Unpad tidak ada staf yang menyandang disabilitas, dan belum ada penerimaan staf disabilitas.

5. Jumlah mahasiswa disabilitas

Fakultas keperawatan Universitas Padjadjaran merupakan salah satu penyedia layananan pendidikan yang mempersiapkan lulusannya untuk siap memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat, dengan hal tersebut Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran belum menerima mahasiswa yang disabilitas sehingga tidak ada mahasiswa yang disabilitas di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.

6. Kebijakan Penerimaan mahasiswa Baru non diskriminatif

Fakultas Keperawatan memutuskan untuk memberikan preferensi tambahan dalam proses penerimaan kepada calon mahasiswa dari daerah tertentu yang memiliki tingkat akses rendah terhadap pendidikan tinggi, dengan tujuan untuk meningkatkan keragaman geografis dalam populasi mahasiswanya.

Implementasi kebijakan non-diskriminatif diwujudkan dengan penerimaan mahasiswa baru yang tidak melihat asal calon mahasiswa dan berbagai jalur beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa sehingga memperlebar pintu mahasiswa untuk bisa menerima pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. “Klik di sini”.

7. Memiliki rencana aksi untuk merekrut mahasiswa, staf dari kelompok underrepresented groups

Fakultas Keperawatan menetapkan tujuan untuk meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa etnis minoritas sebesar 10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, institusi dapat secara sistematis mengukur dan melacak kemajuan dalam mewujudkan tujuan kesetaraan dan inklusi dalam penerimaan mahasiswa, sambil juga memastikan bahwa semua kelompok memiliki akses yang setara dan adil terhadap pendidikan tinggi.

8. Memiliki / mengimplementasikan kebijakan anti diskriminasi dan anti pelecehan

Implementasi kebijakan anti-diskriminasi dan anti-pelecehan sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja atau pendidikan yang aman, inklusif, dan menghormati semua individu.

Fakultas Keperawatan mengimplementasikan kebijakan yang menyatakan bahwa setiap bentuk diskriminasi atau pelecehan berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, disabilitas, atau karakteristik lainnya adalah pelanggaran serius terhadap kode etik universitas. Kebijakan tersebut akan didukung oleh pelatihan tahunan bagi staf dan mahasiswa, prosedur pengaduan yang mudah diakses, dan penanganan kasus yang cepat dan adil.

9. Mengukur dan melacak penerimaan mahasiswa baru dari kelompok underrepresented group

Fakultas Keperawatan Mengukur dan melacak penerimaan mahasiswa baru dari kelompok underrepresented seperti etnis minoritas, pelajar berpenghasilan rendah, pelajar non-tradisional, perempuan, pelajar penyandang disabilitas, dan pelajar pengungsi yang baru menetap dapat dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur “Klik di sini”.

10. Panitia atau officer tentang diversity, equity, inclusion, and human right

Panitia atau officer yang bertugas dalam bidang DEI, hak asasi manusia, kejujuran, penghormatan, dan keadilan memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Kolaborasi yang baik antara semua pemangku kepentingan di lingkungan akademis akan memastikan keberhasilan dan dampak positif dari inisiatif ini. Mengembangkan dan memberikan pelatihan yang relevan untuk fakultas dan mahasiswa “Klik di sini”.

11. Dukungan underrepresented groups

Fakultas Keperawatan mengadakan program pendampingan, konseling, dan peer support yang akan mendukung integrasi dan kesuksesan anggota kelompok underrepresented di lingkungan akademik, serta mempromosikan keragaman dan inklusi yang lebih luas. “Klik di sini”.

12. Fasilitas untuk disabilitas

Fakultas keperawatan berupaya secara maksimal untuk menyediakan layanan yang prima bagi seluruh warga fakultas maupun luar fakultas. Maka dari itu Fakultas Keperawatan memulai dengan adanya tempat parkir khusus disabilitas, toilet khusus disabilitas dan juga akses bagi disabilitas yang harapannya dapat meningkatkan akses bagi penyandang disabilitas di dalam Fakultas Keperawatan. “Klik di sini”.

13. Dukungan bagi penyandang disabilitas (student dan staf)

Fakultas Keperawatan saat ini memiliki fasilitas TPBK dimana terbuka untuk seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran dengan prinsip “Accessibility Services Center” yang berfungsi sebagai pusat sumber daya dan dukungan, menyediakan program pelatihan untuk staf dan relawan, serta mengembangkan aplikasi kampus yang memungkinkan mahasiswa menyampaikan kebutuhan khusus mereka secara real-time. Fakultas Keperawatan juga mengembangkan program “Peer Allies” di mana mahasiswa senior penyandang disabilitas menjadi mentor bagi mahasiswa baru, memberikan dukungan sosial dan akademik.10.3.5 Mengimplementasikan kebijakan mengenai akomodasi bagi mahasiswa disabilitas termasuk pendanaan. “Klik di sini”.

14. Kebijakan akomodasi untuk disabilitas

Fakultas keperawatan telah mengembangkan dan membangun fasilitas sarana dan prasarana yang ramah disabilitas seperti layanan parkir khusus disabilitas, akses masuk gedung yang ramah disabilitas dan juga toilet khusus disabilitas yang harapannya meningkatkan kenyamanan para penyandang disabilitas untuk berada di lingkungan Fakultas Keperawatan.

15. Kebijakan Kesetaraan, Keberagaman dan Inklusi

Mengimplementasikan kebijakan kesetaraan, keberagaman, dan inklusi (KKI) di fakultas melibatkan upaya yang holistik dan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang menghargai semua individu, tanpa memandang latar belakang mereka. Implementasi yang dilakukan di Fakultas Keperawatan terkait dengan KKI adalah kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek dan bidang sehingga tidak terjadi adanya ketimpangan dan diskriminasi dalam lingkungan Fakultas Keperawatan. “Klik di sini”

en_USEN