Pangandaran, 29-30 Juli 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Ners dan Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners angkatan 1 Fakultas Keperawatan PSDKU Universitas Padjadjaran sukses menyelenggarakan NURSEA 2026, sebuah program pembekalan komprehensif yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki pendidikan profesi, praktik klinik, dan Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026, ini mengusung jargon “NURSEA Voyage: One Wave, One Journey, One Profession”, sebagai representasi semangat kebersamaan dalam menempuh perjalanan menjadi perawat profesional yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang bermutu.
NURSEA 2026 merupakan program yang diinisiasi dan diselenggarakan kolaborasi antara Program Studi dan mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) 01 sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini menjadi bentuk regenerasi dan transfer pengalaman dari mahasiswa yang telah menjalani proses pendidikan profesi kepada angkatan berikutnya. Sebanyak 36 mahasiswa Program Profesi Ners (PPN) 02 mengikuti kegiatan ini sebagai peserta untuk memperoleh pembekalan akademik, penguatan kompetensi klinis, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan profesi.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan oleh Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pendidikan profesi merupakan fase penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki karakter profesional, etika, kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, serta kepedulian terhadap keselamatan pasien. Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan proses pendidikan profesi sebagai momentum pembelajaran sepanjang hayat guna menghasilkan perawat yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Hari pertama NURSEA difokuskan pada pembekalan akademik dan profesionalisme. Sesi pertama dibawakan oleh Dr. Irman Somantri, S.Kp., M.Kep. melalui materi “Introduction dan Etika Profesi”. Pada sesi ini peserta diajak memahami identitas profesi perawat sebagai tenaga kesehatan profesional yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan pasien. Materi mencakup nilai-nilai profesionalisme, kode etik keperawatan, tanggung jawab moral dan hukum, komunikasi terapeutik, perilaku profesional di lingkungan klinik, hingga pentingnya menjaga integritas dan empati dalam memberikan asuhan keperawatan. Pembahasan tersebut menjadi fondasi awal bagi mahasiswa sebelum memasuki praktik profesi di berbagai wahana pelayanan kesehatan.
Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Siti Ulfah Rifa’atul Fitri, S.Kep., Ners., MNS. melalui materi “Karya Tulis Ilmiah Akhir Ners”. Pada kesempatan tersebut peserta memperoleh gambaran mengenai penyusunan karya tulis ilmiah sebagai salah satu luaran penting pendidikan profesi. Materi membahas tahapan identifikasi masalah di lahan praktik, penyusunan pertanyaan klinis, pencarian dan pemanfaatan evidence-based nursing, teknik penyusunan laporan ilmiah, hingga pentingnya berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan keperawatan berbasis bukti ilmiah. Melalui materi ini mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
Selanjutnya, Nur Maziyya, S.Kep., Ners., M.Kep. menyampaikan materi “Asuhan Keperawatan di Komunitas dan PPKS”. Peserta memperoleh pemahaman mengenai peran strategis perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis komunitas melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain itu, materi juga menyoroti pelayanan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan pendekatan yang komprehensif, berpusat pada individu, keluarga, dan masyarakat, serta memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pada sesi berikutnya, Ns. Kurniawan, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J. membawakan materi “Patient Safety dan Dukungan Mental”. Beliau menekankan bahwa keselamatan pasien merupakan budaya yang harus diterapkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Selain membahas prinsip-prinsip patient safety, peserta juga diberikan wawasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun resiliensi, mengelola stres selama praktik klinik, serta menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung sehingga mampu memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.
Rangkaian materi hari pertama ditutup oleh Ns. Khoirunnisa, M.Kep., Sp.Kep.An. melalui materi “Asuhan Keperawatan di Area Klinik”. Materi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai implementasi proses keperawatan di berbagai unit pelayanan, mulai dari pengkajian pasien secara komprehensif, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi berbasis bukti, implementasi tindakan, hingga evaluasi hasil asuhan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi interprofesional, komunikasi efektif dengan tim kesehatan, serta adaptasi terhadap dinamika pelayanan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kompetensi praktik klinis dan persiapan menghadapi Uji Kompetensi Ners Indonesia. Salah satu sesi utama adalah OSCE Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dipandu oleh Donny Nurhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep. Materi ini disusun dalam bentuk kombinasi kuliah singkat, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan keterampilan penyelamatan nyawa sesuai alur Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Peserta memperoleh penyegaran mengenai pengenalan henti jantung, penilaian respons korban, aktivasi sistem tanggap darurat, pelaksanaan Resusitasi Jantung Paru (RJP) berkualitas tinggi, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), hingga evaluasi keberhasilan tindakan. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan psikomotor, clinical reasoning, serta kepercayaan diri dalam menghadapi stasiun OSCE maupun situasi kegawatdaruratan di lapangan.
Sesi berikutnya kembali dibawakan oleh Donny Nurhamsyah, S.Kep., Ns., M.Kep. melalui materi “Strategi Menghadapi Ujian CBT dan OSCE”. Materi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai blueprint Uji Kompetensi Ners Indonesia, strategi belajar yang efektif, teknik mengelola waktu ketika mengerjakan Computer Based Test (CBT), pendekatan sistematis dalam menyelesaikan setiap stasiun OSCE, hingga cara meningkatkan kemampuan clinical reasoning dan komunikasi terapeutik. Selain aspek akademik, peserta juga memperoleh motivasi dan strategi membangun kesiapan mental, mengelola kecemasan, serta meningkatkan rasa percaya diri sehingga mampu menghadapi ujian kompetensi secara optimal.
Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, peserta mengikuti fasil time yang dikemas secara interaktif untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan, dan kerja sama antarmahasiswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Ketua Angkatan PPN 01 dan calon Ketua Angkatan PPN 02 mengenai dinamika organisasi, budaya akademik, kepemimpinan, serta berbagai pengalaman selama menjalani pendidikan profesi. Diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru profesi dalam membangun budaya belajar yang kolaboratif dan saling mendukung. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya perjalanan akademik mahasiswa PPN 02 menuju profesi keperawatan.
Melalui semangat “NURSEA Voyage: One Wave, One Journey, One Profession”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang orientasi akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, solidaritas, dan profesionalisme calon perawat. Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran berharap seluruh peserta mampu menjalani pendidikan profesi dengan penuh integritas, menjunjung tinggi etika keperawatan, serta menjadi lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, serta berorientasi pada keselamatan pasien.

Leave a Reply