Jatinangor, 23 Agustus 2025 — Sekolah Perempuan Permata Siaga hadir dengan pertemuan ketiga bertema “Pencegahan Jatuh dan Cedera di Rumah Tangga”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Dusun Mekarasih, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, bersama pemateri Ristina Mirwanti, S.Kep., Ners., M.Kep., dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran sekaligus Pembina Padjadjaran Nursing Corps.
Materi yang dibawakan menyoroti fakta bahwa jatuh sering dialami oleh anak-anak maupun lansia. Pada anak, jatuh kerap dipicu rasa ingin tahu tinggi, minimnya pemahaman bahaya, hingga pengawasan yang kurang. Sementara pada lansia, penurunan fungsi penglihatan, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, atau efek samping obat menjadi faktor risiko utama. Lingkungan rumah pun sering memperbesar risiko jatuh, mulai dari lantai licin, pencahayaan redup, hingga barang-barang yang berserakan.
Peserta akan dibekali strategi pencegahan jatuh di berbagai area rumah, seperti:
- Kamar tidur: menjaga kerapihan perabot, memastikan pencahayaan baik, serta menyediakan pengaman tempat tidur.
- Dapur: menyimpan barang setinggi pinggang–dada, ventilasi baik, dan lantai tidak licin.
- Kamar mandi: penggunaan sandal anti-slip, pegangan tangan, hingga kursi mandi untuk lansia.
- Tangga & lantai: memastikan bebas hambatan, pencahayaan cukup, serta karpet atau kabel tidak mengganggu jalan.
Selain pencegahan, sesi ini juga akan membahas penanganan cedera akibat jatuh, seperti patah tulang, dislokasi, keseleo, hingga benturan kepala. Peserta akan mempelajari prinsip RICE (Rest, Ice, Compress, Elevation) serta pertolongan pertama yang benar dan aman sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Permata Siaga membagikan salep nyeri untuk membantu penanganan nyeri otot serta mitela sebagai alat sederhana penanganan balut-bidai bagi peserta. Dengan perlengkapan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan tindakan darurat secara cepat dan tepat di rumah masing-masing.
Setelah itu, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi agar materi lebih kontekstual dengan pengalaman sehari-hari. Agar peserta lebih mudah memahami tindakan praktis, panitia menyiapkan role play kasus jatuh dan cedera, yang diperagakan bersama peserta. Kemudian dilanjutkan dengan fasil time, yaitu sesi bimbingan kelompok oleh panitia untuk memastikan setiap peserta benar-benar menguasai langkah pertolongan pertama.
Selain rangkaian utama, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking yang dirancang untuk mencairkan suasana dan menjaga konsentrasi peserta. Melalui permainan ringan dan interaktif, peserta tidak hanya diajak untuk beristirahat sejenak dari materi, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan keakraban satu sama lain. Suasana yang lebih rileks ini membantu peserta lebih fokus ketika kembali ke sesi pembelajaran berikutnya.
Rangkaian kegiatan pertemuan ketiga disusun secara sistematis agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan di lapangan. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan dasar peserta tentang risiko jatuh dan cedera di rumah. Di akhir kegiatan, peserta juga mengikuti post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu lebih sigap mencegah kecelakaan rumah tangga serta memberikan pertolongan pertama yang tepat. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Permata Siaga dalam mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender), dengan memberdayakan perempuan desa sebagai agen perubahan dalam kesehatan keluarga.




Tinggalkan Balasan