Jatinangor, 9 Agustus 2025 — Keracunan rumah tangga, baik akibat makanan, bahan kimia, maupun obat-obatan, masih menjadi salah satu penyebab kedaruratan kesehatan yang sering terjadi di masyarakat. Minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan awal membuat risiko ini kerap berujung pada kondisi yang lebih serius, bahkan kematian.
Sebagai upaya meningkatkan literasi keselamatan dan kesehatan di tingkat rumah tangga, Sekolah Perempuan Permata Siaga kembali menggelar pertemuan kedua pada Sabtu, 9 Agustus 2025, bertempat di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Dusun Mekarasih, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor. Kegiatan dihadiri oleh 19 peserta yang seluruhnya merupakan anggota sekolah perempuan Permata Siaga.
Sesi pematerian menghadirkan dr. M Rizki Fonna, S.T., MMRS. dari Puskesmas Jatinangor sebagai pemateri dengan topik “Pencegahan dan Penanganan Keracunan di Rumah”. Materi disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi interaktif yang mendorong peserta untuk mengajukan pertanyaan langsung terkait pengalaman sehari-hari.
Selanjutnya diadakan sesi roleplay kasus keracunan yang diperagakan panitia. Pada sesi fasil time, peserta secara berkelompok memperagakan penanganan keracunan dan dibimbing langsung oleh panitia. Roleplay dan fasil time dilakukan untuk memastikan setiap peserta memahami langkah-langkah praktis penanganan keracunan.
Dalam pertemuan kali ini peserta dibekali untuk mengenali sumber keracunan di rumah, (makanan basi, pembersih rumah tangga, dan obat-obatan), langkah pencegahan sederhana (penyimpanan aman bahan berbahaya dan pengecekan tanggal kadaluarsa), dan tindakan pertolongan pertama sebelum pasien dibawa ke fasilitas kesehatan.
Untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta dilakukan pre–post test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta Permata Siaga mengenai Pencegahan dan Penanganan Keracunan di Rumah. Sebagai tambahan, di akhir kegiatan dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah dan kadar kolesterol untuk memantau kondisi kesehatan peserta, sekaligus mengedukasi pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Permata Siaga dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender), dengan memberdayakan perempuan desa sebagai garda terdepan kesehatan keluarga.




Tinggalkan Balasan