


DUSUN CIKAWUNG, 2/8/2026 – Dalam upaya mengakselerasi penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat dan akses pendidikan, Kelompok KKN Tematik 46 Universitas Padjadjaran (Unpad) Subkelompok Penanganan Kemiskinan dibawah bimbingan dosen pembimbing lapangan KKN. Dr. Hj Sukmawati, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes dari Fakultas Keperawatan Unpad, sukses menyelenggarakan talkshow interaktif bertajuk “Lentera Asa: Pendidikan untuk Masa Depan Bersinar”. Kegiatan ini berlangsung di Koperasi Desa Merah Putih, Dusun Cikawung, pada Minggu (2/8/2026).
Kegiatan talkshow panel yang diinisiasi oleh mahasiswa Unpad ini bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih serta perangkat desa setempat. Acara ini dihadiri oleh 41 peserta yang terdiri dari para orang tua dan anak-anak dari wilayah RT 02, RT 03, dan RT 04 Dusun Cikawung, serta didukung penuh oleh 18 panitia mahasiswa KKN.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) dan moderator, diikuti sambutan dari Koordinator Subtopik Penanggulangan Kemiskinan KKN 46 Unpad serta Kepala Desa setempat. Setelah penyampaian doa pembuka dan perkenalan narasumber, sesi inti talkshow berdurasi 30 menit menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif dari sudut pandang wirausaha muda dan kebijakan pelayanan publik desa.
Narasumber pertama, Resi Putri Rahmawati (Teh Resi), pemilik CV Tamara Agro Indonesia sekaligus wirausahawan muda asal desa setempat, membagikan rekam jejak perjalanan pendidikannya. Ia memaparkan dinamika tantangan yang pernah dihadapi serta krusialnya peran ilmu pengetahuan dalam membangun bisnis skala UMKM. Teh Resi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan kerja keras serta menyampaikan harapannya agar generasi muda desa memiliki ambisi tinggi dalam menempuh jenjang pendidikan.
Narasumber kedua, Syarif Hidayatullah (Bapak Syarif), selaku Kepala Kasi Kesejahteraan Puskesos Desa Margaluyu, memaparkan secara komprehensif mengenai kondisi pemetaan pendidikan anak-anak di desa. Beliau menjelaskan berbagai jalur bantuan pendidikan dan beasiswa yang dapat diakses oleh warga kurang mampu, langkah dan alur pengajuan dokumen, inventarisasi kendala administratif yang sering dihadapi, hingga program pendidikan khusus dari pemerintah desa. Selain itu, informasi kontak dan mekanisme pendampingan lanjutan turut disampaikan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab interaktif selama 15 menit, di mana para orang tua berkonsultasi mengenai kendala teknis pendaftaran beasiswa anak. Suasana semakin semarak dengan adanya pembagian doorprize melalui undian bagi para peserta yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan pesan bersama (joint statement) dari kedua narasumber mengenai langkah awal yang dapat langsung dilakukan orang tua mulai keesokan hari untuk mendukung motivasi belajar anak di rumah.
Pelaksanaan program KKN Tematik ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan mengurangi kerentanan ekonomi keluarga kurang mampu melalui penguatan akses informasi bantuan pendidikan dan beasiswa pemerintah; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan enumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan serta dorongan motivasi belajar bagi anak-anak dan remaja di pedesaan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dnegan mengukuhkan sinergi lintas sektor antara perguruan tinggi (mahasiswa KKN), pelaku usaha lokal, dan pemerintah desa.
Melalui kegiatan “Lentera Asa”, Kelompok KKN Tematik 46 Unpad berharap warga Dusun Cikawung memiliki pemahaman yang lebih luas dan tidak ragu memanfaatkan akses bantuan pendidikan resmi yang tersedia, sehingga generasi muda desa dapat meraih masa depan yang lebih cerah.




Tinggalkan Balasan