Jatinangor, 24 Agustus 2025 — Dapur adalah pusat aktivitas rumah tangga, namun juga menjadi salah satu area dengan risiko kecelakaan tertinggi, mulai dari luka bakar, tersayat benda tajam, hingga kebakaran akibat kelalaian. Untuk itu, Sekolah Perempuan Permata Siaga kembali mengadakan pertemuan keempat pada Minggu, 24 Agustus 2025, bertempat di Masjid Al-Mukaromah RW 13, Dusun Mekarasih, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, dengan fokus materi Keselamatan di Dapur.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta Sekolah Perempuan Permata Siaga, dengan rangkaian kegiatan meliputi pre-test, pematerian, diskusi, role play, fasil time, post-test, serta sesi ice breaking dan dokumentasi.
Materi utama disampaikan oleh Elni Sunita dan Ai Lusi Andini Karomah yang merupakan anggota PNC, yang menjelaskan potensi bahaya di dapur. Pemateri menekankan bahwa dapur bukan hanya tempat memasak, tetapi juga area dengan berbagai zona: mulai dari area pengolahan, penyimpanan bahan makanan, hingga sumber air bersih.
Tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam perancangan dapur adalah kenyamanan, kesehatan, dan keamanan, dengan tambahan nilai efisiensi. Misalnya, tinggi meja dapur sebaiknya disesuaikan dengan postur tubuh, ventilasi dan pencahayaan harus baik, serta pengolahan sampah perlu dilakukan secara benar. Sesi berikutnya membahas cara mengelola limbah dapur. Peserta diajarkan memisahkan sampah organik dan anorganik, memanfaatkan ampas kopi atau teh sebagai pupuk kompos, hingga mengolah minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.
Agar materi lebih mudah dipahami, peserta dilibatkan dalam diskusi interaktif dan role play kasus kecelakaan di dapur yang dipandu panitia. Dalam sesi role play dan fasil time, peserta tidak hanya diajak berdiskusi, tetapi juga mempraktikkan langsung perawatan luka sederhana yang sering terjadi di dapur. Dengan bimbingan fasilitator, peserta mencoba cara menghentikan perdarahan, membersihkan luka menggunakan larutan NaCl, serta menutup luka dengan kasa steril dan plester gulung.
Menariknya, pada pertemuan ini Permata Siaga juga membagikan set perawatan luka kepada peserta, NaCl, plester gulung, spray antiseptik, dan kasa steril. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan perempuan peserta sekolah untuk menerapkan langsung pengetahuan yang diperoleh ketika menghadapi situasi darurat di rumah.
Kegiatan semakin hidup dengan adanya ice breaking, yang membuat peserta lebih bersemangat dan akrab satu sama lain. Seperti pertemuan sebelumnya, panitia juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah dan asam urat, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan peserta.
Pertemuan keempat ini kembali menegaskan komitmen Permata Siaga dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Melalui pengetahuan praktis tentang keselamatan di dapur, perempuan desa diharapkan mampu menjaga keamanan rumah tangga sekaligus melindungi kesehatan keluarganya.




Tinggalkan Balasan