


Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran berhasil lolos pendanaan Program
Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek.
Penelitian yang diambil dalam program ini dilatarbelakangi karena tingginya prevalensi sindrom
metabolik yang berisiko terhadap penyakit jantung dan diabetes. Tim melihat bahwa perangkat
pemantau kesehatan yang tersedia saat ini belum mencakup seluruh indikator sindrom metabolik,
sehingga muncul inisiatif untuk menciptakan MetaBand sebagai solusi pemantauan terpadu
berbasis IoT yang mendukung deteksi dini dan monitoring kesehatan secara berkala.
Melalui program ini, tim mengembangkan inovasi prototipe bernama MetaBand, sebuah
smartband berbasis teknologi Near-Infrared Spectroscopy (NIRS) yang mampu memantau kadar
kolesterol, glukosa, serta tekanan darah secara real-time. Alat ini terintegrasi dengan aplikasi
yang tidak hanya menyimpan riwayat pengukuran, tetapi juga dilengkapi fitur lain untuk deteksi
dini sindrom metabolik sebagai keunggulannya.
Proses pengembangan MetaBand dilakukan dengan mengintegrasikan sensor NIRS,
mikrokontroler ESP8266 serta fotodioda yang kemudian dikalibrasi untuk menghasilkan
pengukuran yang akurat. Data pengukuran ditampilkan secara langsung melalui layar MetaBand,
sementara riwayat pengukurannya dapat diakses melalui aplikasi. Aplikasi MetaBand juga
dilengkapi fitur tambahan, seperti input data trigliserida, lingkar pinggang, dan indeks massa
tubuh (IMT), yang memperkuat kemampuan deteksi dini sindrom metabolik.
Tim pengembang MetaBand merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang terdiri dari
mahasiswa keperawatan, teknik elektro, dan ilmu sejarah, dengan peran berbeda dalam
perancangan, perakitan, pemrograman, kalibrasi, evaluasi prototipe, hingga desain. Di bawah
bimbingan Irkham, S.Si., M.Sc., Ph.D., program ini berkontribusi nyata dalam peningkatan
kualitas hidup masyarakat melalui teknologi kesehatan yang lebih mudah diakses, non-invasif,
dan real-time. Tidak hanya itu, program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 9 (Industri,
Inovasi, dan Infrastruktur).
Tinggalkan Balasan