SDGs 15

SDGs 15: Ekosistem Daratan

Fakultas Keperawatan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam melindungi, memulihkan, dan mempromosikan pengelolaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan. Peran ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif dan program yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

1. Pedoman dan standar pembuangan air

Fakultas Keperawatan menerapkan sistem pembuangan air limbah yang memenuhi standar lingkungan ketat untuk memastikan limbah dibuang dengan aman dan tidak mencemari ekosistem atau kesehatan masyarakat sekitar. “Klik di sini”.

2. Memelihara dan memperluas keanekaragaman hayati

Dalam upaya untuk memelihara dan memperluas keanekaragaman hayati, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan ekosistem serta keanekaragaman hayatinya. Terdapat 4 penelitian yang terkait dari tahun 2022 hingga 2024 diantaranya:

  1. Modifikasi Lingkungan Melalui Air Bersih, Sanitasi dan Nutrisi untuk Pencegahan Stunting
  2. Ketahanan Keluarga dan Ketahanan Pangan dengan Kejadian Stunting: Tinjauan Literatur
  3. Program MBKM pada Modifikasi Lingkungan melalui Air Bersih, Sanitasi dan Nutrisi untuk Pencegahan Stunting

Pemberdayaan Ekonomi bagi Masyarakat Miskin Sektor Pertanian Optimalisasi dengan Pemanfaatan Tanaman Kopi dalam Meningkatkan  Perekonomian Petani di Desa  Cisondari Kecamatan Pasir Jambu, Gambung Kabupaten Bandung melalui Inovasi  Produk Coffinia (Coffee Perfume mania). “Klik di sini”.

3. Acara Event tentang penggunaan lahan berkelanjutan

Program Desa Sehat PLUS dari Fakultas Keperawatan mendukung penggunaan lahan berkelanjutan melalui penanaman 60 bibit tanaman di Desa Sukamulya, Bandung. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menciptakan lingkungan desa yang asri dan sehat dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat dalam tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. “Klik di sini”.

4. Program pendidikan tentang ekosistem daratan

Program pendidikan tentang ekosistem daratan di Fakultas Keperawatan Unpad menjadi landasan penting bagi inisiatif seperti Program Desa Sehat PLUS. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan lingkungan dengan fokus pada pelestarian ekosistem daratan. Melalui kegiatan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya ekosistem, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari dalam konteks nyata. Program ini tidak hanya berkontribusi pada lingkungan yang lebih hijau tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa-desa yang terlibat. “Klik di sini”.

5. Pengelolaan lahan berkelanjutan untuk pertanian dan pariwisata

Fakultas Keperawatan Unpad telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengelolaan lahan berkelanjutan untuk pertanian dan pariwisata, dengan perhatian khusus pada ekosistem daratan. Selama periode 2022 hingga 2024, fakultas melaporkan 4 pengabdian utama yang mendukung tujuan ini:

  1. Pencegahan Stunting melalui Air Bersih, Sanitasi, dan Nutrisi
  2. MARKISA: Mari Kita Hidup Bersih dan Sehat
  3. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pantai Pangandaran dalam Menangani Sampah Pesisir

Promosi Kesehatan mengenai Pengelolaan Sampah di RW 13 Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. “Klik di sini”.

6. Pemanfaatan berkelanjutan, konservasi, dan restorasi

Program pemanfaatan berkelanjutan, konservasi, dan restorasi di Fakultas Keperawatan Unpad dilakukan melindungi dan memulihkan ekosistem darat seperti lahan kering. Kebijakan ini diimplementasikan agar penggunaan sumber daya dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan, sambil melibatkan civitas akademika dan berbagai pihak terkait untuk menjaga keseimbangan ekologis serta mendukung pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan. “Klik di sini”.

7. Pemantauan International Union For Conservation of Nature (IUCN dan spesies konservasi lainnya

Fakultas mengimplementasikan kebijakan untuk mengidentifikasi, memantau, dan melindungi spesies yang terdaftar dalam daftar Merah IUCN (tertera pada tautan: https://www.iucnredlist.org/en) serta spesies yang termasuk dalam daftar konservasi nasional, terutama yang berada di wilayah terdampak operasional Fakultas. “Klik di sini”.

8. Keanekaragaman hayati lokal

Dalam perencanaan pembangunan, fakultas mempertimbangkan keanekaragaman hayati lokal memastikan bahwa konstruksi tidak merusak habitat alami atau spesies yang ada. Sebagai contoh Fakultas Keperawatan membangun mushola dan sarana olahraga dengan desain bangunan yang ramah lingkungan atau pemilihan lokasi yang meminimalkan dampak ekologis. Prinsip pembangunan juga mengarah pada penciptaan ruang yang mendukung ekosistem lokal seperti taman yang ramah lingkungan atau vegetasi yang ada di sekitar fakultas. “Klik di sini”.

9. Pengurangan dampak spesies asing

Setiap gedung dilengkapi dengan fasilitas pembuangan sampah yang sesuai standar untuk mendukung pengelolaan limbah yang efektif. Fakultas mengimplementasikan kebijakan untuk mengurangi dampak spesies asing di kampus mencakup penyediaan tempat pembuangan sampah organik dan anorganik serta sistem pembuangan air limbah. “Klik di sini”.

10. Kolaborasi untuk ekosistem lahan bersama

Fakultas telah bekerjasama dengan berbagai pihak seperti pemerintah, organisasi, dan masyarakat untuk mengelola dan melindungi ekosistem lahan secara efektif. Pendekatan ini mencakup berbagi pengetahuan, sumber daya, dan teknologi, serta melibatkan perencanaan dan pengelolaan yang terpadu untuk memastikan pengelolaan yang berkelanjutan dan efektif dari ekosistem lahan, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan, serta memantau dan mengevaluasi hasil untuk perbaikan berkelanjutan. “Klik di sini”.

11. Total lahan vegetasi hutan

Di Fakultas Keperawatan, total lahan vegetasi hutan mencakup luas area yang masih didominasi oleh hutan di sekitar kampus, termasuk kawasan hutan yang terletak di luar area bangunan utama dengan luas sekitar 250 meter persegi. Berbagai penanaman dilakukan di berbagai area, menciptakan lingkungan yang bervariasi dan mendukung keberagaman hayati. Penanaman tanaman ini tidak hanya meningkatkan estetika kampus tetapi juga berfungsi untuk menjaga kesehatan ekosistem lokal dan menyediakan manfaat ekologis seperti penyerapan karbon dan perlindungan tanah. “Klik di sini”.

12. Total lahan vegetasi yang ditanam

Fakultas Keperawatan memiliki area vegetasi yang ditanam, termasuk taman indoor dan outdoor, dengan total luas sekitar 250 meter persegi. Taman ini tidak hanya mempercantik lingkungan kampus tetapi juga menyediakan ruang hijau yang menyegarkan. Taman indoor menciptakan suasana segar di dalam gedung, sementara taman outdoor menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan beraktivitas di luar. “Klik di sini”.

13. Konservasi ekosistem daratan

Fakultas Keperawatan telah melaksanakan kegiatan konservasi tumbuhan dengan menanam sekitar 50 pohon besar. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan memperkaya vegetasi kampus, dan keberlanjutan ekosistem lokal. “Klik di sini”.

id_IDID