Jatinangor, 16 April 2026 – Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) hari ini menerima kunjungan benchmarking dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebagai salah satu fakultas keperawatan tertua di Indonesia, FKep Unpad sudah melaksanakan program RPL selama dua tahun untuk program sarjana dan magister, sejalan dengan kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2021tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Rombongan sekolah vokasi IPB yang dipimpin oleh Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T selaku dekan disambut oleh dekan FKep, Ibu Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D, beserta unsur pimpinan lainnya dan tim RPL Fakultas Keperawatan Unpad. Kegiatan berlangsung pukul 10.00-12.00 WIB di Ruang Rapat Bersama Fakultas Keperawatan Unpad Jatinangor.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan FKep yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan Sekolah Vokasi IPB. Program RPL S1 Keperawatan Unpad telah berjalan lebih dari dua tahun melalui skema kerjasama dengan rumah sakit mitra untuk program sarjana dan jalur reguler untuk program magister”.
Dalam sesi presentasi, Kaprodi S1 FKep, Bapak Titis Kurniawan S.Kep., Ners., MNS., Ph.D, secara rinci memaparkan proses implementasi RPL mulai dari persiapan proposal pembukaan program, mapping kurikulum, asesmen calon mahasiswa, hingga penentuan SKS dan nilai yang bisa direkognisi dan SKS yang masih harus ditempuh mahasiswa dalam tiga semester. Pada sesi presentasi tersebut juga dijelaskan tantangan yang dihadapi, seperti variasi dokumen dan transkrip dari berbagai institusi asal calon mahasiswa.
Prof. Maria Komariah, S.Kp., M.Kes., Ph.D., selaku Ketua Tim Asesor RPL FKep, menambahkan, “RPL kami dirancang dengan pola A (berbasis pengakuan pembelajaran masa lalu) sesuai panduan Kementerian. Mahasiswa tidak hanya diakui pengalaman kerjanya, tetapi juga pelatihan, keanggotaan profesi, dan penghargaan yang relevan. Secara umum jumlah mata kuliah yang berhasil direkognisi berdasarkan hasil asesmen adalah sebesar 70% dari total keseluruhan mata kuliah yang ada di program sarjana maupun magister keperawatan Unpad.”


