



Jatinangor — Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Geivy Maria Yulianti Panjaitan (NPM: 220110230078), mahasiswa Fakultas Keperawatan Unpad yang tampil sebagai bagian dari tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpad, berhasil memboyong penghargaan tertinggi pada ajang The 15th Bali International Choir Festival (BICF) 2026.
Dalam kompetisi bergengsi yang diikuti oleh puluhan tim paduan suara dari berbagai negara tersebut, Geivy dan tim PSM Unpad sukses meraih dua gelar bergengsi sekaligus:
- Gold Medal pada kategori Mixed Choir
- The Grand Prix Winner of The 15th Bali International Choir Festival 2026
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Keperawatan Unpad tidak hanya unggul dan berdedikasi dalam bidang akademis serta keperawatan, tetapi juga mampu menunjukkan bakat non-akademis luar biasa yang diakui secara internasional bersama PSM Unpad.
Bali International Choir Festival merupakan salah satu ajang kompetisi paduan suara internasional tahunan paling bergengsi di Asia Tenggara. Menghadirkan juri-juri pakar musik dan vokal dari berbagai belahan dunia, BICF menjadi panggung pertemuan bagi tim paduan suara terbaik untuk beradu kualitas, mempererat persahabatan antarbangsa, serta merayakan keberagaman budaya melalui musik.
Kemenangan sebagai Grand Prix Winner ini semakin mengukuhkan posisi PSM Unpad sebagai salah satu paduan suara mahasiswa terbaik di Indonesia yang disegani di tingkat global.
Capaian prestasi internasional ini sejalan dengan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui keterlibatan aktif mahasiswa keperawatan dalam seni musik yang berkontribusi positif terhadap kesejahteraan mental dan ketahanan emosional calon tenaga kesehatan; SDG 4 (Quality Education) dengan menegaskan peran perguruan tinggi dalam menyediakan wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, dan talenta non-akademis secara holistik; SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui partisipasi seni budaya internasional yang memperkuat pemeliharaan warisan budaya ekspresif serta mempromosikan inklusivitas sosial; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membukanya ruang kolaborasi, pertukaran budaya, dan jaringan persahabatan antarnegara di ajang internasional melalui media musik.
Tinggalkan Balasan