f t g m
  • Profesional

  • High Exam

Copyright 2017 - Manajemen & Sistem Informasi F.Keperawatan - Unpad

Beranda

“Penguatan Sistem Uji  Kompetensi Nasional
Dalam Meningkatkan Kualitas Profesi Tenaga Kesehatan Untuk Memperkuat Daya Saing Bangsa di Era Global”.

 

(“Strengthening National Competence Exam System to Improve Quality of Health Professional to Support the National Competitiveness in the Globalizazion Era”)

 

 

 

Profesi yang memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat saat ini, profesi dokter, perawat, apoteker dan bidan, banyak mendapat perhatian karena langsung berhubungan dengan masyarakat. Hampir 80% keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia tenaga kesehatan selain faktor pembiayaan kesehatan. Untuk dapat memberikan layanan kesehatan secara aman dan melindungi keselamatan pasien/masyarakat, tenaga kesehatan harus mendapat pengakuan bahwa mereka kompeten untuk dapat melakukan praktik pelayanan kesehatan. Salah satu upaya untuk menjamin hal tersebut, pemerintah melalui Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Undang-Undang No 20 tentang Pendidikan Kedokteran, Undang-Undang No 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan dan Undang-Undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, mempersyaratkan adanya uji kompetensi untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi sebagai bukti pengakuan kompetensi lulusan.

 

Uji Kompetensi merupakan suatu instrumen yang diwajibkan pemerintah untuk memastikan kualitas lulusan tenaga kesehatan telah memenuhi standar kompetensi. Tujuan uji kompetensi adalah peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran yang dilalui oleh mahasiswa. Uji kompetensi merupakan suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditentukan. Uji kompetensi diharapkan menjadi media peningkatan kualitas tenaga kesehatan dari waktu ke waktu.

 

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2010-2014 telah melakukan upaya pengembangan uji kompetensi yang berstandar nasional dengan merujuk sistem dan metode uji kompetensi bidang kedokteran (Profesi Dokter) yang telah lebih dahulu dikembangkan dan diakui secara internasional, melalui Proyek HPEQ (Health Professional Education Quality). Salah satu sasaran dari program pengembangan uji kompetensi ini adalah bidang keperawatan (jenjang Profesi Ners dan DIII Perawat) dan kebidanan (jenjang DIII Bidan). Pengembangan sistem dan metode uji ini kemudian mengantarkan pada kesepakatan implementasi uji kompetensi bidang keperawatan dan kebidanan secara nasional sejak tahun 2013.

 

Uji kompetensi bidang keperawatan dan kebidanan ini selanjutnya secara simultan diselenggarakan 2 kali dalam setahun. Pada September 2016 telah dilaksanakan uji kompetensi yang ke-7. Walaupun penyelenggaraan uji kompetensi ini telah beberapa kali dilaksanakan, namun masih banyak masyarakat, peserta uji kompetensi dan institusi pendidikan yang belum terpapar dengan baik, bagaimana uji kompetensi ini dikembangkan maupun metoda yang digunakan serta implikasinya bagi perbaikan proses pendidikan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Untuk itu perlu suatu forum sosialisasi, diseminasi dan diskusi tentang pengembangan metode dan sistem serta hasil dan dampak uji kompetensi termasuk praktik baik pengelolaan uji kompetensi melalui seminar nasional dan lokakarya uji kompetensi. Seminar nasional dan lokakarya ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemegang kebijakan, organisasi profesi dan institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan.